Makassar – Ada yang mencuri perhatian saat laga Spanyol kontra Tanjung Verde di babak penyisihan grup Piala Dunia beberapa hari lalu. Saat itu, Timas Tanjung Verde dihajar habis-habisan namun gawang Tanjung Verde yang dikawal Vozinha tetap perawan.
Tanjung Verde merupakan sebuah negara kepulauan kecil di lepas pantai barat Afrika. Mungkin bukan nama terbesar di peta sepak bola dunia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, tim berjuluk Tubarões Azis (Hiu Biru) ini kerap mengejutkan panggung internasional.
Di balik ketangguhan lini pertahanan mereka, ada satu nama senior yang tak tergantikan di bawah mistar gawang, Vozinha.
Berikut kiprah kiper legendaris sekaligus kapten yang menjadi simbol kebangkitan sepak bola Tanjung Verde.
Pria bernama asli Josimar Dias ini lahir: 3 Juni 1986 di Mindelo, Tanjung Verde. Dengan tinggi badan 189 cm, perjalanan kariernya dimulai dari Mindelo menjelajah Eropa.
Vozinha memulai karier sepak bolanya di klub lokal, Batuque dan Mindelense.
Bakatnya membaca arah bola dan refleksnya yang cepat segera menarik perhatian pemandu bakat internasional.
Ia kemudian merantau ke berbagai liga di dunia. Vozinha tercatat pernah membela klub-klub di Angola (Progresso do Sambizanga), Siprus (AEL Limassol), Rumania (Dinamo Bucureti), hingga Trenín di Slovakia. Pengalaman berpindah-pindah liga ini membentuk mentalnya menjadi kiper yang tangguh, adaptif, dan tenang di bawah tekanan.
Jika ada pemain yang merepresentasikan dedikasi tertinggi untuk Timnas Tanjung Verde, Vozinha adalah orangnya. Sejak melakoni debutnya pada tahun 2012, ia telah menjadi pilihan utama yang hampir tak tergantikan.
“Bermain untuk negara Anda adalah kehormatan tertinggi. Kami adalah negara kecil, tetapi di lapangan, kami memiliki hati yang besar.” – Vozinha.
Piala Afrika (AFCON) 2013: Vozinha menjadi bagian penting saat Tanjung Verde mencetak sejarah pertama kali lolos ke turnamen ini dan langsung melaju hingga babak perempat final.
Pemimpin yang Karismatik: Di usia yang sudah tidak muda lagi, Vozinha tetap menjadi pilihan utama berkat kemampuannya mengorganisasi lini belakang dan memberikan motivasi kepada para pemain muda.
Sebagai seorang penjaga gawang, Vozinha diberkati dengan postur tubuh yang ideal yang membuatnya sangat dominan dalam duel udara. Keunggulan utamanya meliputi:
Refleks Garis Gawang: Ia terkenal mampu melakukan penyelamatan krusial dalam situasi satu-lawan-satu (one-on-one).
Sebagai salah satu pemain paling senior, ia adalah “pelatih kedua” di dalam lapangan yang aktif mengomandani bek-bek di depannya.
Vozinha jarang terlihat panik, sebuah atribut penting yang menular ke seluruh skuad saat menghadapi tim-tim raksasa Afrika.
Di luar lapangan, Vozinha dihormati sebagai pahlawan olahraga di negaranya. Ia menjadi inspirasi bagi anak-anak muda di Tanjung Verde bahwa keterbatasan fasilitas di negara kepulauan kecil bukanlah penghalang untuk bisa berkarier di Eropa dan membawa nama bangsa ke tingkat internasional.
sumber : antarasumsel.com
Leave a Reply