Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengoptimalkan jaringan irigasi sebagai langkah menjaga produktivitas sektor pertanian di tengah tantangan perubahan iklim dan mulai berkurangnya curah hujan.
Gubernur Sumsel Herman Deru di Palembang, Senin, mengatakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk mengantisipasi berbagai persoalan yang dihadapi petani agar produksi pangan tetap terjaga.
Langkah tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat koordinasi bersama Presiden Republik Indonesia sebagai upaya memitigasi dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian.
Ia menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota di Sumsel memastikan kegiatan pemeliharaan lahan pertanian tetap berjalan optimal. Pemerintah daerah juga diminta meningkatkan pengawasan agar produksi gabah dan komoditas pangan lainnya tidak mengalami penurunan meski curah hujan mulai berkurang.
Optimalisasi infrastruktur pengairan menjadi salah satu langkah utama yang harus segera dilakukan di seluruh kawasan persawahan.
“Optimalkan jaringan irigasi yang sudah ada. Apabila diperlukan, manfaatkan irigasi air tanah melalui pengeboran sumur,” ujarnya.
Selain mengoptimalkan jaringan irigasi, ia juga meminta pemerintah kabupaten dan kota menjadikan penyediaan air untuk sektor pertanian sebagai salah satu prioritas dalam pengalokasian anggaran daerah.
Pembangunan fasilitas sumur bor merupakan investasi yang layak dilakukan apabila mampu menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian sehingga produktivitas dan hasil panen petani tetap terpelihara.
“Besaran biaya yang dikeluarkan untuk fasilitas sumur bor akan jauh lebih bermanfaat dan sebanding jika mampu menjaga hasil panen tetap tinggi,” kata Deru.
sumber : antarasumsel.com
Leave a Reply