Palembang – Wali Kota Palembang, Sumatera Selatan, Ratu Dewa mengingatkan masyarakat di wilayah setempat untuk selalu waspada terhadap bencana yang bisa terjadi saat musim pancaroba.
“Karena musim pancaroba ini atau ketika pergantian musim kemarau ke penghujan biasanya berpotensi terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor,” kata Ratu Dewa saat memimpin rapat koordinasi antisipasi genangan menghadapi musim hujan di Palembang, Rabu.
Dia mengatakan, berdasarkan peringatan dini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau tahun ini akan berakhir pada akhir September 2026.
“Artinya pada Oktober 2026, Kota Palembang sudah memasuki musim hujan,” katanya.
Oleh sebab itu, kata dia, rapat koordinasi lintas sektor ini perlu dilakukan sebagai langkah guna memastikan kesiapan infrastruktur kota sebelum memasuki puncak musim hujan pada Oktober 2026.
Pemkot Palembang memfokuskan perhatian pada pola pemetaan dan pemeriksaan ulang (check and recheck) di titik-titik rawan genangan.
“Kita fokus konsentrasi dulu pada 12 titik genangan air yang ada di jalan-jalan protokol, walaupun di samping itu ada 28 titik lainnya. Saya ingin memetakan betul penanganan jangka pendek, menengah, dan panjangnya seperti apa,” jelasnya.
Beberapa lokasi protokol yang menjadi perhatian utama antara lain kawasan Jalan Angkatan 45, depan Damri, Jalan A Rivai, depan Khadijah, depan DA, Asrama Haji, Kembang Iwak, SMK 2, Jalan Mayor Salim Batubara, hingga Dharma Agung.
Ratu Dewa memaparkan sejumlah kendala utama di lapangan seperti kondisi jalan nasional yang amblas, cross drain terputus, hingga penyempitan saluran drainase.
Untuk mengantisipasi genangan air di titik-titik krusial, pemerintah akan menyiagakan pompa portabel serta berkoordinasi dengan Balai Sungai dan Balai Jalan Nasional.
“Selain itu, partisipasi aktif warga juga dinilai sangat penting untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi akibat bencana alam,” ujar dia.
sumber : antarasumsel.com
Leave a Reply