Viral Siswi SMP Kerja 12 Jam Digaji Rp30 Ribu, Lurah Talang Jawa OKU Ungkap Fakta yang Tak Banyak Diketahui

BATURAJA – Sebuah video berdurasi 39 detik yang memperlihatkan kisah seorang siswi SMP bernama Mutia mendadak viral di berbagai media sosial.

Dalam video tersebut, Mutia disebut harus bekerja hingga 12 jam setiap hari dengan upah hanya Rp30 ribu demi menghidupi dua adiknya.

Cerita yang menyentuh hati itu dengan cepat mengundang simpati masyarakat. Narasi yang beredar menyebut ayah Mutia sedang menjalani hukuman penjara, sementara ibunya dirawat di rumah sakit jiwa.

Kondisi itu membuat sang siswi dikabarkan harus bekerja sejak usia sekolah untuk membantu kebutuhan keluarganya.

Namun, di balik viralnya kisah tersebut, Pemerintah Kelurahan Talang Jawa, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), justru menemukan fakta berbeda.

Lurah Talang Jawa, Faisal Reza, memastikan anak yang muncul dalam video itu bukan merupakan warga di wilayahnya.

Menurut Faisal, pihak kelurahan langsung melakukan penelusuran begitu nama Talang Jawa ramai disebut dalam video yang beredar di media sosial. Aparat kelurahan bersama perangkat wilayah mencoba mencocokkan identitas anak yang dimaksud dengan data kependudukan maupun informasi dari masyarakat.

Hasilnya, tidak ditemukan seorang anak bernama Mutia maupun siswi dengan ciri-ciri seperti yang diceritakan dalam video viral tersebut.

“Kami sudah melakukan penelusuran di wilayah Kelurahan Talang Jawa, tetapi anak tersebut tidak ditemukan,” ujar Faisal seperti dikutig dari kompas Senin (6/7/2026).

Ia menduga penyebutan Talang Jawa dalam video kemungkinan mengacu pada daerah lain yang memiliki nama serupa, bukan Kelurahan Talang Jawa yang berada di Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten OKU.

Pasalnya, video yang beredar sama sekali tidak mencantumkan alamat lengkap, nama desa, kecamatan, maupun kabupaten tempat tinggal anak tersebut.

“Kalau hanya menyebut Talang Jawa tanpa menjelaskan kabupaten atau kotanya, tentu sulit dipastikan. Bisa saja lokasi yang dimaksud berada di daerah lain,” jelasnya.

Karena minimnya informasi, pemerintah kelurahan mengaku tidak dapat melakukan penelusuran lebih jauh selain memastikan bahwa anak tersebut bukan warga Talang Jawa di Kabupaten OKU.

Informasi yang viral itu juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten OKU.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKU, Ie Iwarwan SR, mengatakan pihaknya masih terus mengumpulkan informasi terkait identitas anak dalam video tersebut.

Hingga saat ini, belum ditemukan data yang menunjukkan bahwa Mutia merupakan warga Kabupaten Ogan Komering Ulu.

“Kami masih melakukan penelusuran. Sampai sekarang belum ada petunjuk yang mengarah bahwa anak tersebut berada di wilayah OKU,” katanya.

Pengecekan juga dilakukan oleh aparat kewilayahan.

Babinsa Talang Jawa, Redo, mengaku telah mencari informasi langsung ke masyarakat di wilayah binaannya. Namun, hasilnya tetap sama.

Namun, sebagian besar penghasilannya disebut habis untuk biaya transportasi menuju tempat kerja sehingga uang yang dapat dibawa pulang hanya sekitar Rp6 ribu.

Kisah itu membuat banyak warganet tersentuh dan berharap ada bantuan untuk anak tersebut.

Karena itu, pemerintah daerah dan instansi terkait masih terus melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.

Apabila nantinya identitas anak berhasil ditemukan dan terbukti mengalami kondisi sebagaimana diceritakan dalam video, pemerintah memastikan akan mengambil langkah sesuai ketentuan untuk memberikan perlindungan dan pendampingan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : okusatu.id

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*