OKU – Tugu simpang empat di Desa Lubuk Batang Baru Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten OKU tampaknya tidak terurus. Entah sudah berapa lama, tugu penanda di tengah jalan ini, tak pernah dipersolek.
Padahal jika dilihat dari dekat, tugu berupa objek dua mata rantai yang bertaut menghadap ke langit. Objek tersebut dibuat dengan adonan semen.
Tampilannya makin cantik, karena terdapat polesan cat tiga warna yang menghiasi. Antara lain : warna pink, hijau dan putih. Hal ini terlihat dari sisa cat yang masih tertinggal, meski sudah banyak yang terkelupas karena kalah oleh waktu.
Namun, kecantikan tugu lekang oleh waktu. Apalagi menurut warga setempat, di masa keemasannya, tugu tersebut dilengkap dengan pagar dan lampu hias termasuk neon box.
“Kalau tidak salah sudah 15 tahunan, tugu tidak diurus, “ ujar Idur, warga setempat mengingat-ingat perawatan terakhir.
Tugu tersebut, jelas dia, dibangun perusahaan sawit Minanga Ogan. Bahkan nama perusahaan perkebunan sawit ini ditorehkan pada dinding di bawah tugu.
“Alangkah baiknya kalau diperbaiki lagi. Apalagi tugu tersebut bisa untuk menambah keindahan di pusat Kecamatan Lubuk Batang, “ harapnya.
Renovasi dapat dilakukan dengan patungan beberapa perusahaan. Seperti Pertamina, Minanga bahkan pemerintah desa.
“Semoga mendapat perhatian, sehingga bisa dipercantik, “ tandasnya.
Senada diungkap Yanto, seorang sopir angkutan Kota warga Kecamatan Baturaja Timur menyebut, tugu diperempatan Desa Lubuk Batang Baru kerap dijadikan penanda.
Karena tak jarang, ada penumpangnya yang tak sanggup naik kendaraan. Sehingga jika penumpang sudah merasa tidak tahan di dalam mobil, ia menggunakan batas tugu untuk memberitahu, bahwa Baturaja tidak jauh lagi.
“Biasanya kalau sudah saya omongkan seperti itu, penumpang yang hampir mabuk kendaraan, bisa seger lagi. Karena, mereka fikir tidak lama lagi sampai tujuan, “ terangnya.
sumber : okusatu.id
Leave a Reply