Baturaja – Tren penjualan daging ayam menjelang tahun baru 2026 menurun drastis. Masyarakat tak banyak membeli daging ayam untuk momen tahun baru.
Biasanya, daging ayam menjadi salah satu menu kuliner yang disiapkan selain jagung manis yang akan dibakar dì malam hari.
Lesunya tren penjualan diungkap dua pedagang ayam di pasar baru dan pasar atas.
Tum, pedagang ayam dì Pasar Baru mengaku, penjualan daging ayam dilapaknya tak banyak terjual. Kondisi itu terjadi selama 2025 hingga di penghujung tahun.
“Di momen tahun baru 2025, bisa ratusan ekor ayam terjual, sekarang ini hanya 10 ekor saja, ” katanya.
Pembeli, jelas dia sangat sepi. Pasar hanya banyak pedagang, tak sebanding dengan pembeli yang datang.“Pasar sepi, ” ungkapnya.
Tak mau rugi terlalu dalam, ayam yang tak laku terjual hari ini, biasanya akan dijual pada hari esok.
“Simpan di ruang pendingin, masih bisa dijual lagi, ” tuturnya.
Senada diungkap Meri, pedagang ayam di pasar atas ini mengaku, penjualan ayam dì akhir tahun ini tak ada lonjakan.
“Sama seperti hari biasa, 80 kg sehari, ” katanya.
Lapaknya menjual daging ayam dengan harga Rp 35 ribu per kg, naik Rp 5 ribu dari harga sebelumnya.
sumber : okusatu.id
Leave a Reply