Maroko pulangkan Belanda dari Piala Dunia 2026

Jakarta – Tim nasional Maroko melaju ke babak 16 besar seusai mengalahkan Belanda 3-2 lewat drama adu penalti pada laga babak 32 besar di Stadion BBVA, Monterrey, Meksiko, Selasa WIB.

Sejak awal pertandingan, kedua tim langsung bermain dengan intensitas tinggi di lini tengah. Belanda mencoba menguasai permainan lewat Gravenberch dan Frenkie de Jong, namun Maroko tampil disiplin dengan pressing ketat dan duel fisik yang agresif.

Maroko justru lebih berbahaya melalui situasi bola mati, dengan Achraf Hakimi beberapa kali mengirimkan umpan berbahaya yang memaksa Bart Verbruggen melakukan penyelamatan penting.

Belanda sempat mengancam lewat Brobbey, Dumfries, Gakpo, dan Summerville, namun beberapa peluang tidak membuahkan hasil karena offside atau penyelesaian yang kurang akurat.

Memasuki pertengahan babak pertama, pertandingan semakin keras dengan banyak pelanggaran dari kedua tim yang membuat tempo semakin panas.

Peluang terbaik Belanda hadir di menit ke-44 melalui tembakan keras Micky van de Ven, tetapi digagalkan oleh penyelamatan gemilang Yassine Bounou. Maroko juga hampir mencetak gol di injury time lewat peluang Saibari, sehingga babak pertama berakhir 0-0.

Babak kedua dimulai dengan Maroko yang tampil lebih agresif, bahkan langsung menciptakan beberapa peluang berbahaya melalui Bouaddi dan Hakimi yang sempat membentur mistar gawang.

Belanda kemudian merespons lewat serangan balik cepat, tetapi Maroko tetap dominan dalam situasi bola mati dengan tekanan dari sepak pojok yang terus berulang. Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-72 ketika Cody Gakpo mencetak gol setelah menerima umpan dari Crysencio Summerville, membuat Belanda unggul 1-0.

Namun Maroko tidak menyerah dan terus menekan hingga akhirnya menyamakan kedudukan di menit 90+1 melalui Issa Diop setelah umpan Chemsdine Talbi, membuat skor menjadi 1-1 dan laga berlanjut ke extra time.

Di babak tambahan waktu, pertandingan semakin tegang dengan banyak pelanggaran dan duel fisik, sementara peluang Maroko melalui Rahimi kembali digagalkan oleh Verbruggen.

Hingga akhir extra time pertama, kedua tim masih imbang 1-1 dalam laga yang sangat ketat, dengan intensitas tinggi yang terus berlanjut dan belum ada pemenang yang ditentukan.

Setelah pertandingan berakhir imbang 1–1 hingga extra time, Belanda dan Maroko harus menentukan pemenang lewat adu penalti.

Ketegangan langsung terasa sejak eksekutor pertama, dengan Koopmeiners mencetak gol untuk Belanda, sementara Aynaoui gagal untuk Maroko. Soufiane Rahimi kemudian menyamakan, tetapi Justin Kluivert gagal menambah keunggulan Belanda setelah tendangannya diselamatkan kiper.

Situasi semakin panas ketika Weghorst membawa Belanda unggul lagi, namun Hakimi juga gagal mengeksekusi penalti. Maroko kembali bangkit lewat Talbi, sementara Summerville gagal mencetak gol setelah tendangannya digagalkan penjaga gawang, membuat skor kembali seimbang.

Di penentu akhir, Ismael Saibari sukses mencetak gol kemenangan untuk Maroko, sementara Quinten Timber gagal mengeksekusi untuk Belanda. Adu penalti berakhir dengan skor Belanda 2–3 Maroko, memastikan kemenangan dramatis bagi Maroko dalam laga penuh tekanan hingga detik terakhir.

Susunan pemain:

Belanda (3-4-3): Bart Verbruggen (kiper), Virgil Van Dijk,  Nathan Ake Jan Paul Van Hecke, Micky Van De Ven, Denzel Dumfries, Ryan Gravenberch, Frenkie De Jong, Cody Gakpo, Brian Brobbey, Crysencio Summerville.
Pelatih: Ronald Koeman.

Maroko (4-2-3-1): Yassine Bounou (kiper), Achraf Hakimi, Noussair Mazraoui, Issa Diop, Chadi Riad, Ayyoub Bouaddi, Azzedine Ounahi, Ismael Saibari, Bilal El Khannouss, Neil El Aynaoui, Brahim Diaz.
Pelatih: Mohamed Ouahbi.
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : antarsumsel.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*