Mensos minta perkuat kualitas data kesejahteraan sosial

Jakarta – Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menyampaikan lima pesan kunci kepada Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) dalam peringatan HUT ke-59 DNIKS di Jakarta.

Melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu, Mensos berpesan untuk memperkuat kualitas data kesejahteraan sosial.

Menurutnya, seluruh intervensi sosial harus berbasis data yang akurat melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“DNIKS harus juga ikut peduli untuk menghadirkan data yang akurat. Sejak tahun 2025, kita memiliki Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Tugas Kementerian Sosial bersama pemerintah daerah dan kementerian lain adalah membantu pemutakhiran data tersebut,” katanya.

Pesan kedua ialah memperkuat kapasitas sumber daya manusia di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). Gus Ipul menilai masih banyak LKS yang belum memiliki standar kelembagaan, SDM, maupun sarana prasarana yang memadai.

“Saya ingin DNIKS membantu supaya Lembaga Kesejahteraan Sosial ini profesional dan melayani pemerlu pelayanan sosial dengan kualitas yang baik serta berstandar nasional,” ujarnya.

Pesan ketiga adalah mendorong akreditasi LKS secara lebih luas untuk memperkuat kepercayaan publik sekaligus mencegah penyimpangan dalam penyelenggaraan layanan sosial.

“Oleh karena itu, saya juga meminta DNIKS untuk mendorong adanya akreditasi LKS di seluruh Indonesia untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap LKS-LKS dan memitigasi adanya penyimpangan-penyimpangan,” kata Gus Ipul.

Selanjutnya, Gus Ipul meminta DNIKS terus memperluas jejaring kemitraan dengan dunia usaha, lembaga filantropi, dan berbagai pemangku kepentingan agar penyelenggaraan kesejahteraan sosial semakin berkelanjutan.

Pesan kelima adalah mendorong lahirnya berbagai inovasi program yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sehingga manfaat layanan sosial dapat semakin dirasakan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum DNIKS, Effendy Choirie mengatakan selama 59 tahun DNIKS telah menjadi mitra strategis Kementerian Sosial dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial sekaligus menaungi berbagai organisasi sosial di Indonesia.

“Ternyata DNIKS punya sejarah yang lumayan panjang. Punya peran yang lumayan panjang untuk menjadi mitra Kementerian Sosial sejak kelahirannya. Oleh karena itu, sampai hari ini menjadi mitra dan sekaligus melakukan inovasi dan kreasi-kreasi, sehingga tidak selalu bergantung kepada Kementerian Sosial,” ujarnya.

Menurut Effendy, momentum HUT ke-59 menjadi kesempatan memperkuat konsolidasi organisasi kesejahteraan sosial hingga ke daerah melalui Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) dan Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : antarasumsel.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*