“Sejumlah pemain yang tampil dalam turnamen yang diinisiasi Prananda Prabowo tersebut mulai mendapatkan perhatian dari klub-klub yang berlaga di Liga 2 dan Liga 3,” kata Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup Komarudin Watubun di Jakarta, Sabtu.
Ia mengatakan kompetisi yang terbuka dan memiliki jangkauan luas dapat menjadi wadah untuk mempertemukan talenta-talenta tersebut dengan pelatih, pencari bakat, maupun klub yang membutuhkan pemain muda potensial.
Pada tahun ini, Soekarno Cup diikuti 16 provinsi dengan total 400 talenta muda terlibat di dalamnya. Turnamen ini digelar rutin sejak 2023 di Jakarta, berlanjut pada 2025 di Bali, dan 2026 di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan Jawa Timur
Dirinya berharap Soekarno Cup dapat menjadi bagian dari proses penemuan dan pengembangan pemain.
“Dengan semakin banyak pemain yang mendapatkan kesempatan tampil dan kemudian dipantau klub profesional, kompetisi ini dapat memiliki dampak jangka panjang terhadap regenerasi sepak bola Indonesia,” kata dia.
Sementara Juru Bicara Soekarno Cup sekaligus legenda timnas Indonesia, Anang Ma’ruf, mengatakan ada sejumlah talenta muda Soekarno Cup yang dilirik klub profesional.
Ia menilai ini menjadi sinyal positif bahwa kompetisi yang melibatkan pemain-pemain muda dari berbagai daerah mampu membuka jalur baru menuju sepak bola profesional.
”Sejumlah pelatih dari klub Liga 3 dan Liga 2 ternyata ikut memantau jalannya Soekarno Cup,” kata dia.
Menurut dia pelatih memantau lewat live streaming di Youtube, ada pula yang datang langsung ke stadion.
“Mereka tertarik ke beberapa pemain, dan telah meminta data pemain tersebut,” kata dia.
Menurut Anang, munculnya ketertarikan klub terhadap sejumlah pemain Soekarno Cup merupakan bukti bahwa kualitas pemain muda tidak hanya berada di pusat-pusat pembinaan sepak bola atau akademi yang sudah mapan.
Banyak talenta potensial justru tumbuh dari lingkungan sepak bola akar rumput di berbagai pelosok daerah.
“Ini tentu menjadi progres yang sangat positif. Artinya, mereka yang bermain di Soekarno Cup punya kualitas dan potensi untuk melangkah ke level yang lebih tinggi,” kata dia.
Ia menilai keberadaan turnamen seperti Soekarno Cup penting untuk memperluas pintu masuk pemain muda ke dalam ekosistem sepak bola profesional, sebab tidak semua pemain memiliki kesempatan mengikuti jalur pembinaan formal, baik melalui akademi klub maupun kompetisi yang berada dalam sistem federasi.
“Talenta itu ada di mana-mana. Dari kampung-kampung, dari daerah yang mungkin selama ini belum banyak terpantau. Persoalannya adalah bagaimana mereka mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan,” kata mantan bek kanan tangguh timnas Indonesia itu.
Anang menambahkan bahwa indikator keberhasilan turnamen tidak semata-mata diukur dari hasil pertandingan, namun seberapa banyak pemain yang mendapatkan jalan untuk melanjutkan karir setelah kompetisi berakhir.
“Kalau setelah turnamen ada pemain yang kemudian masuk klub, mendapatkan kontrak, atau mendapatkan kesempatan mengikuti seleksi, itu bagi kami adalah keberhasilan. Karena tujuan akhirnya adalah membuka jalan bagi anak-anak muda ini,” ujarnya.
Ia mengatakan dengan jumlah daerah dan komunitas sepak bola yang sangat luas, masih terdapat banyak pemain muda yang belum tersentuh sistem pencarian bakat secara optimal.
Ia menilai Soekarno Cup merupakan turnamen yang memberikan kesempatan kepada pemain dari berbagai latar belakang untuk tampil dalam kompetisi yang lebih terstruktur.
“Sekaligus memperbesar peluang mereka dilihat oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan pengembangan pemain,” kata dia.
sumber : antarasumsel.com
Leave a Reply