Sekda Sumsel minta layanan kesehatan tak abaikan etika

Palembang – Sekretaris Daerah (Sekda) Sumatera Selatan Edward Chandra meminta pelayanan kesehatan di daerah tidak hanya mengedepankan kompetensi medis, tetapi juga memperhatikan etika dan komunikasi tenaga kesehatan kepada pasien.

“Namanya dokter itu pelayan masyarakat. Karena tugasnya melayani pasien, tentu diharapkan bisa berkomunikasi dengan baik,” ujar Edward di Palembang, Sabtu.

Dia mengatakan hal tersebut terkait dugaan komentar tidak berempati yang dilontarkan seorang dokter di salah satu rumah sakit terhadap pasien BPJS.

Menurutnya, tenaga medis merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan publik sehingga sikap dan cara berkomunikasi dengan pasien menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari keberhasilan penanganan secara medis, tetapi juga dari sikap, etika, dan komunikasi tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat.

Karena itu, persoalan yang berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan perlu menjadi bahan evaluasi agar kualitas layanan dapat terus diperbaiki.

“Makanya ini menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan, apalagi kita sedang mengembangkan program Sumsel Health Tourism,” ujarnya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel menelusuri dugaan komentar tidak berempati dilontarkan seorang dokter di salah satu rumah sakit Paembng terhadap pasien BPJS di media sosial guna mengetahui duduk perkara secara menyeluruh.

“Kita akan meminta Dinas Kesehatan mengecek permasalahan ini sejauh mana,” kata Edward.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : antarasumsel.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*