Pemkot Palembang minta mahasiswa kawal kebijakan publik

Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan, meminta mahasiswa di wilayah setempat untuk mengawal kebijakan publik guna meningkatkan pelayanan dan pembangunan daerah.

“Mahasiswa berperan penting dalam menentukan arah pembangunan,” kata Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang Akhmad Bastari saat menjadi narasumber pada Diskusi Publik PASA Festival 5.0 dengan tema “Reaktualisasi Peran Strategis Mahasiswa dalam Mengawal Kebijakan Publik Menuju Indonesia Emas 2045″ di Aula Universitas Sriwijaya Palembang, Minggu.

Akhmad menekankan pentingnya peran strategis mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik, terutama melalui penguatan kapasitas intelektual, kemampuan berpikir kritis, serta keterlibatan aktif dalam berbagai persoalan sosial dan pembangunan.

Mahasiswa dinilai tidak hanya memiliki posisi sebagai kelompok akademik, tetapi juga bagian dari masyarakat yang dapat memberikan kontribusi pemikiran terhadap proses pembangunan dan penyusunan kebijakan publik.

Peran tersebut perlu diarahkan secara konstruktif dengan mengedepankan kajian akademik, data, etika, serta solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, dalam menuju Indonesia Emas 2045 dibutuhkan generasi muda yang memiliki kompetensi, integritas, kepedulian sosial, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman.

Mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan memiliki kesempatan besar untuk mengambil peran dalam pembangunan melalui berbagai gagasan dan inovasi.

“Diskusi publik PASA Festival 5.0 ini diharapkan menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai kebijakan publik sekaligus membangun kemampuan dalam memahami isu-isu strategis yang berkembang di tengah masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana PASA Festival 5.0, Suci Pratiwi menjelaskan panel diskusi tersebut ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta terhadap berbagai isu kebijakan publik yang relevan dengan kondisi saat ini.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana bertukar gagasan antara mahasiswa, akademisi, legislatif, dan pemerintah,” jelasnya.

Dengan melibatkan sekitar 250 peserta dari sejumlah kampus, PASA Festival 5.0 diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi bagi mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan publik.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya aktif dalam lingkungan akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat serta pembangunan daerah dan nasional guna menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : antarasumsel.com

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*