Pasar Emak di OKU jadi percontohan kuliner khas daerah

Baturaja – Pasar Emak di Kelurahan Talang Jawa, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan menjadi percontohan kuliner yang menyajikan makanan khas daerah bagi kecamatan lain di wilayah itu.

“Pasar Emak yang didirikan oleh masyarakat di Kelurahan Talang Jawa ini menjadi contoh bagi daerah lain yang memiliki inovasi sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing,” kata Pejabat Bupati OKU, Teddy Meilwansyah melalui Asisten III, Romson Fitri saat meresmikan Pasar Emak di Baturaja, Senin.

Dia mengatakan, pemerintah daerah mendorong warga di kecamatan lainnya untuk membuat inovasi yang sama sehingga kabupaten berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang itu dapat menjadi sentral kuliner yang dikenal masyarakat luas.

Menurut dia, Pemkab OKU sangat mendukung inovasi dan inisiatif masyarakat dalam menciptakan kegiatan yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah itu.

Dukungan itu nantinya bisa dalam bentuk pembinaan dan pengembangan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) maupun terhadap para pedagang di pasar emak melalui Dinas Koperasi dan UMKM OKU.

Sebagai bentuk dukungan, kata dia, Pemkab OKU juga memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp5.000.000 atas inovasi dan inisatif dari para emak-emak di Talang Jawa yang membentuk pasar emak guna menggeliatkan perekonomian yang sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19.

“Kedepannya pasar emak ini diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan berkembang sehingga menjadikannya salah satu ikon Kabupaten OKU,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Pasar Emak, Eva Susanti menjelaskan bahwa kehadiran pasar kuliner ini merupakan ide kreatif para emak-emak di Kelurahan Talang Jawa yang memiliki potensi kemampuan memasak makanan menu sarapan dan jajanan yang selama ini berjualan di sekitar rumah. Dia menjelaskan, dari ide kreatif ini muncul inisiatif para emak-emak di daerah itu untuk membuat pasar yang menyajikan berbagai kuliner sarapan pagi khas Kabupaten OKU seperti nasi uduk, lontong, bakso bakar, gado-gado mi ayam dan makanan lainnya.

Sejak awal dibuka pada tiga pekan lalu, lanjut dia, hingga saat ini tercatat sebanyak 50 pedagang yang mengelola pasar kuliner yang dibuka setiap akhir pekan mulai pukul 06.00-10-00 WIB.

“Untuk harga makanan yang dijual rata-rata antara Rp3.000-Rp5.000 per porsi,” ujarnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : antarasumsel.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*