Palembang – Pimpinan Muhammadiyah di Kota Palembang mengajak warga di wilayah itu menjaga ukhuwah Islamiah pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah meski terdapat perbedaan dalam penetapan hari raya.
Ajakan tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ilir Timur I Palembang Ridwansyah usai pelaksanaan Shalat Id di Masjid Jami dan halaman kompleks Muhammadiyah Balayudha Palembang, Jumat.
“Meski adanya perbedaan dalam melaksanakan Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, marilah kita saling meningkatkan ukhuwah Islamiah,” katanya.
Menurut dia, selama bulan Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai momentum menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai sarana meningkatkan kepedulian sosial dan mempererat hubungan antarsesama.
“Ramadhan itu bukan hanya menahan haus dan lapar, tetapi bagaimana kita meningkatkan kepribadian dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Kemudian, menjaga silaturahim dan kerukunan menjadi hal utama yang perlu ditekankan kepada seluruh warga Muhammadiyah maupun masyarakat luas.
“Kita utamakan ukhuwah, silaturahim dan menjaga kekompakan di tengah masyarakat,” katanya.
Ridwan mengatakan pentingnya peran bersama dalam menjaga persatuan serta berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap menjaga kerukunan, mempererat persaudaraan dan meningkatkan kepedulian sosial,” kata dia.
Pada kesempatan tersebut, ribuan warga Muhammadiyah Palembang melaksanakan Shalat Idul Fitri lebih awal mengikuti keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat.
Sekitar 3.000 warga memadati lokasi pelaksanaan Shalat Id sejak pagi hari, terdiri atas orang tua, remaja hingga anak-anak.
Penetapan Idul Fitri oleh Muhammadiyah menggunakan metode hisab, sehingga jadwal hari raya telah ditentukan jauh hari sebelumnya. Seluruh warga Muhammadiyah mengikuti keputusan organisasi sebagai bentuk ketaatan terhadap pimpinan pusat.
sumber : antarasumsel.com
Leave a Reply