Manggarai – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menjamin bahwa kebutuhan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan segera terpenuhi.
“Kami bawa pampers untuk anak-anak, pampers dewasa, bubur bayi, susu. Tetapi, belum semua bantuan bisa terbawa. Masih ada (sebagian) di Bandara Halim Perdanakusuma, karena transportasinya yang agak sulit,” kata Menteri PPPA, Arifah Fauzi saat menemui para pengungsi di Posko SD Inpres Konggang, Kelurahan Waso, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT, Rabu.
Namun demikian, masyarakat diminta bersabar, karena pengiriman bantuan dilakukan secara bertahap dan membutuhkan waktu, karena proses transportasinya yang tidak mudah.
“Pesawat-pesawat Hercules enggak berhenti mengirimkan bantuan untuk masyarakat di NTT. Jadi, mohon kesabarannya. Mungkin kita tidak bisa sempurna, semuanya harus dapat. Tapi, paling tidak bantuan akan merata hingga ke daerah-daerah,” kata Arifah Fauzi.
Pihaknya menekankan bahwa pemerintah tidak bisa sendiri dalam menangani kebutuhan masyarakat terdampak gempa, melainkan dibutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menghadirkan organisasi-organisasi mitra KemenPPPA yang ikut menghimpun bantuan.
“Ini yang membantu kami hadirkan di sini supaya mereka melihat bila masih ada bantuan yang kurang, mereka bersedia untuk memberikannya lagi,” katanya.
Ia meyakinkan bahwa pemerintah terus berupaya memaksimalkan penyaluran bantuan untuk masyarakat terdampak gempa.
“Kita punya banyak titik di beberapa kabupaten. Tapi percayalah pemerintah akan memberikan yang terbaik, tapi kita juga punya keterbatasan. Tidak semua dalam hari yang sama dapat disentuh (bantuan), karena kondisinya yang membutuhkan waktu. Banyak yang mau kita distribusikan, tapi belum semuanya bisa terbawa ke sini,” kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.
Sementara dalam kesempatan tersebut, Koordinator Posko Pengungsi Konggang, Ferdinandus Radin, menyampaikan bahwa poskonya sangat membutuhkan kebutuhan spesifik untuk kaum rentan.
“Kami baru disentuh bantuan itu dari Plan Indonesia, dan hari ini harapan kami Ibu Menteri betul-betul menyentuh kondisi atau kebutuhan pengungsi yang ada di sini. Kami sangat membutuhkan susu, bubur untuk bayi, pampers untuk anak-anak, lansia, kebutuhan ibu menyusui dan juga ibu hamil,” kata Ferdinandus.
Di Posko Pengungsi SD Inpres Konggang, Kelurahan Waso, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT, tercatat ada 98 kepala keluarga yang terdiri atas 380 jiwa.
Dari jumlah tersebut, tercatat ibu hamil ada empat orang, dua bayi, 37 balita, tiga difabel, dan 28 lansia.
sumber : antarasumsel.com
Leave a Reply