“Witan Sulaeman menjadi pemain yang paling disorot dalam dua isu, pertama posisinya menjadi kapten menggantikan Rizky Ridho. Kedua, pelanggaran yang dilakukan terhadap Algassime Bah berujung penalti,” ujar dia.
Lebih lanjut dia membeberkan, Binokular turut menampilkan klaster dengan jaringan perorangan yang berpusat kepada pelatih STY, yang dihubungkan dengan Justin Hubner, Alfeandra Dewangga, Elkan Baggott, Marselino Ferdinand, dan Rizky Ridho.
Beberapa pemain Guinea juga ikut disorot media, di antaranya paling dominan, yakni Illaiz Moriba yang disebut merupakan mantan pemain Barcelona yang mencetak gol dalam penalti, sekaligus membuat Guinea unggul dari Indonesia 1-0 hingga babak akhir.
Kemudian, apresiasi terhadap perjuangan Garuda Muda, absennya Justin Hubner, Elkan Baggott, dan Rizky Ridho, penyelenggaraan menonton bareng di berbagai daerah, serta bergabungnya Alfreandra Dewangga dalam timnas U-23, termasuk dalam pemberitaan media.
Dari sisi media massa, juga turut menyoroti jalannya pertandingan hidup-mati itu.
Manajer Social Media Data Analytics (Socindex) Binokular, Danu Setio Wihananto, menyebut, keputusan dari wasit pertandingan lagi-lagi mendapatkan sorotan netizen.
Keputusan wasit Francois Letexier, dinilai netizen tidak tepat dalam memberikan dua kali hukuman tendangan penalti untuk Indonesia. Ketiadaan Video Assistant Referee (VAR) pada pertandingan itu, juga cukup disayangkan oleh warganet.
Tidak hanya di media massa, pengguna media sosial Instagram, tambah Danu, juga ramai membincangkan penampilan Witan Sulaeman.
Witan mengalami cedera kepala usai berbenturan dengan pemain Guinea, Issiaga Camara.
Setelah itu, tampak Witan dapat bermain kembali, tetapi dengan kepala dibalut perban. Warganet menyebut Witan seperti menggunakan peci dalam pertandingan tersebut.
Tim Nasional (timnas) U-23 Indonesia gagal melaju ke Olimpiade 2024 karena kalah dari Guinea di tahapan play-off dengan skor 0-1.
Leave a Reply