Palembang – Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, mencatat empat penerbangan mengalami keterlambatan pendaratan akibat kabut asap yang menurunkan jarak pandang pada Kamis pagi.
Airport Operation Center Head Bandara SMB II Palembang Parolan Simanjuntak saat diwawancarai di Palembang, Kamis, mengatakan jarak pandang di area Bandara SMB II Palembang pada pukul 06.00-07.00 WIB hanya mencapai 700 meter akibat adanya kabut asap.
Kondisi tersebut berdampak pada empat penerbangan yang seluruhnya merupakan penerbangan kedatangan atau arrival.
Langkah yang diambil dari kondisi tersebut pihak bandara menggeser waktu pendaratan sekitar 10-30 menit hingga jarak pandang kembali memenuhi standar minimal 800 meter.
Empat penerbangan tersebut, adalah untuk nomor penerbangan TR 254 rute Singapura-Palembang yang dijadwalkan tiba pukul 08.10 WIB, namun baru mendarat pada pukul 08.38 WIB.
Lalu, IP 310 rute Jakarta-Palembang yang dijadwalkan tiba pukul 08.00 WIB dan mendarat pukul 08.31 WIB, IU 933 rute Yogyakarta-Palembang yang dijadwalkan tiba pukul 08.05 WIB dan mendarat pukul 08.35 WI, serta JT 077 rute Jeddah-Palembang yang dijadwalkan tiba pukul 08.15 WIB dan mendarat pukul 08.43 WIB.
“Delay mendarat, untuk empat flight itu terkait dengan pendaratan semua,” katanya.
Meski demikian, kondisi kabut asap tidak mengganggu jadwal keberangkatan dari Bandara SMB II Palembang. Sebab, mulai pukul 08.00 WIB jarak pandang berangsur normal.
“Untuk keberangkatan dari Bandara SMB II Palembang itu tidak mengalami kendala,” jelasnya.
Parolan mengatakan dalam minggu ini belum terdapat penerbangan yang mengalami keterlambatan akibat kabut asap. Gangguan penerbangan terakhir terjadi pada 23 Agustus 2026 akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Ia menambahkan hingga saat ini belum ada rencana untuk mengubah jadwal penerbangan, baik keberangkatan maupun kedatangan di Bandara SMB II Palembang.
sumber : antarasumsel.com
Leave a Reply