OKU – Sudah hampir dua tahun warga Desa Banuayu, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), harus bertahan dengan keterbatasan akses setelah jembatan penghubung menuju wilayah RT 1 Dusun 4, putus akibat banjir besar yang melanda OKU pada 2024.
Hingga kini, jembatan sepanjang sekitar 130 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut belum juga dibangun kembali, meski sudah berkali-kali disurvei oleh pemerintah.
Akibat putusnya jembatan itu, aktivitas warga yang hendak menuju pusat pemerintahan desa maupun sebaliknya harus mengandalkan perahu getek sebagai satu-satunya sarana penyeberangan.
Kepala Desa Banuayu, Tamimi, mengatakan warga mulai mempertanyakan kepastian pembangunan jembatan karena berbagai survei telah dilakukan, namun belum diikuti realisasi pembangunan.
“Masyarakat sudah bertanya-tanya karena jembatan sudah beberapa kali disurvei, tetapi sampai sekarang belum juga dibangun,” ujar Tamimi.
Menurutnya, jembatan tersebut sebelumnya juga pernah mengalami kerusakan pada 2018. Saat itu, perbaikannya dilakukan oleh Pertamina.
Namun, banjir besar yang menerjang Kabupaten OKU pada 2024 kembali merobohkan jembatan hingga tidak bisa lagi digunakan.
Pemerintah disebut berencana membangun jembatan melalui program Presiden berupa Jembatan Garuda. Meski demikian, pemerintah desa bersama masyarakat memiliki usulan berbeda.
Warga berharap jembatan baru nantinya menggunakan lantai plat besi, bukan material yang mudah melendung ketika dilintasi beban berat. Mereka menilai konstruksi tersebut lebih kuat dan memiliki umur pakai yang lebih panjang.
Selama pembangunan belum terealisasi, warga setiap hari harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyeberang sungai menggunakan perahu getek
Termasuk para peserta didik yang hendak ke sekolah, juga memanfaatkan layanan jasa penyeberangan yang dikelola masyarakat.
“Operasional getek dimulai sejak pagi hingga sore menyesuaikan jam berangkat dan pulang anak sekolah. Tarifnya Rp 5 ribu pulang pergi,” jelas Tamimi.
Keberadaan jembatan tersebut dinilai sangat vital karena menjadi akses utama masyarakat menuju pusat pemerintahan desa, sekolah, serta berbagai aktivitas ekonomi.
Warga pun berharap pembangunan tidak lagi sekadar menjadi wacana, melainkan segera direalisasikan agar mobilitas masyarakat kembali normal.
Kepala BPBD Kabupaten OKU Januar Effendi melalui Manager Pusdalops BPBD OKU Gunalfi mengatakan, pembangunan jembatan sudah diusulkan Pemkab OKU melalui BPBD OKU ke pemerintah pusat.
“Sudah on progres, tinggal nunggu saja. Diperbaiki melalui dana APBN. Mohon doanya, kalau tidak terkejar tahun ini, tahun depan, ” ujarnya melalui pesan suara.
sumber : okusatu.id
Leave a Reply