Dua Penjaga Pasar Inpres Duel, Satu Pria Tumbang Disambar Sajam

OKU – Kawasan pasar inpres gempar. Dua orang pria penjaga kawasan pasar, terlibat duel sengit. Namun duel itu tak seimbang. Satu orang membawa senjata tajam, sementara satunya tangan kosong.

Tragedi berdarah itu terjadi pada Rabu 13 Mei 2026. Pagi itu, sekira pukul 08.30 wib aktifitas masyarakat di kawasan pasar inpres Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan, berjalan normal.

Transaksi perdagangan berlangsung lancar, beriringan dengan suara tawar menawar antara pedagang dengan pembeli.

Tanpa banyak basa-basi, ketika Sar Agung sudah hampir mendekati M Syapik, dari balik pinggangnya ia mengeluarkan senjata tajam.

M Syapik yang mendapat firasat kurang enak, langsung menyadari nyawanya terancam. Serangan yang dilancarkan Sar Agung, berhasil dijegal.

Senjata tajam yang dipegang tangan kanan Sar Agung memburu sasaran empuk di tubuh M Syapik. Namun, sebisa mungkin M Syapik menghindari senjata tersebut menyambar tubuhnya.

Tangan kanan Sar Agung yang memegang senjata, dicekal kuat M Syafik. Namun, Sar Agung tak kehabisan akal. Senjata itu ia pindah ke tangan kiri.

Ketika senjata itu sudah berada di tangan kiri, dengan leluasa senjata itu melayang, menyambar bagian kepala dan punggung M Syapik.

Dari balik pakaiannya, cairan merah merembes, pun dengan kepala yang disambar senjata di tangan Sar Agung.

M Syapik ambruk di lokasi, sementara Sar Agung rekannya satu profesi di pasar tersebut, kabur mengeluarkan jurus “langkah seribu”.

Melihat M Syapik ambruk dan lawannya sudah kabur, warga pasar berani mendekat memberi pertolongan. M Syapik dilarikan ke Rumah Sakit AR Bunda Lubuklinggau untuk penanganan medis.

Pertikaian tersebut dilaporkan ke Polres Lubuklinggau. Petugas langsung meluncur ke TKP dan memeriksa saksi di lokasi.

Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau AKP M Kurniawan Azwar menjelaskan, pelaku penusukan, Sar Agung sudah diamankan ke Polres Lubuklinggau.

“Pelaku menyerahkan diri di hari yang sama, dan sudah diamankan, “ katanya.

Dikatakannya, keributan yang membuat salah satu lawannya ambruk dipicu perselisihan keamanan pasar inpres.

“Pengakuan tersangka, motifnya diduga perselisihan soal pekerjaan, “ sebutnya.

Selain pelaku, polisi juga mengamankan bilah pisau sepanjang 15 cm bergagang kayu dan sarung kulit warna cokelat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : okusatu.id

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*