Daya beli petani membaik-diskon listrik turunkan kemiskinan Bengkulu

Bengkulu – Badan Pusat Statistik menyebutkan sejumlah faktor mulai dari peningkatan daya beli petani hingga diskon tarif listrik pada awal 2025 yang diberikan Pemerintah Pusat mampu menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu.

“Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan selama periode September 2024–Maret 2025 antara lain. Tren nilai tukar petani (NTP) yang mengindikasikan daya beli petani di perdesaan pada Maret 2025 sebesar 208,01, mengalami peningkatan dibandingkan September 2024 sebesar 190,15,” kata Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal di Bengkulu.

Begitu juga lanjut dia dengan nilai tukar usaha petani (NTUP) Maret 2025 sebesar 207,68 meningkat dibandingkan September 2024 sebesar 188,58.

Kemudian, kata Win Rizal pada sebagian besar kabupaten kota di Provinsi Bengkulu terjadi peningkatan harga komoditas pertanian seperti sawit, karet, dan kelapa yang menopang sebagian besar perekonomian masyarakat di sektor pertanian terutama perdesaan.

Kemudian, faktor lainnya karena ekonomi Provinsi Bengkulu triwulan I 2025 (yoy) mengalami pertumbuhan 4,84 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi 5,59 persen.dipengaruhi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga.

Progres penyaluran bantuan sosial pada Januari-Februari 2025 seperti PKH dan BPNT juga telah direalisasikan di seluruh kabupaten/kota. Hal itu dinilai positif dalam upaya menekan tingkat kemiskinan.

“Pemberlakuan diskon tarif listrik 50 persen pada bulan Januari-Februari 2025 meringankan beban pengeluaran rumah tangga dan meningkatkan daya beli masyarakat berpendapatan rendah,” kata dia.

Faktor lainnya, kenaikan harga barang pokok relatif terkendali di Provinsi Bengkulu. Pada September 2024 terjadi inflasi 1,48 yoy persen dan deflasi Maret 2025 sebesar 0,22 persen yoy.

Terakhir, penyerapan tenaga kerja di Provinsi Bengkulu pada Februari 2025 dicatat sangat baik, tercermin dari tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang hanya sebesar 3,24 persen, terendah di antara provinsi se-Sumatera.

“Kendati TPT tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan Februari tahun lalu naik 0,07 persen poin.tetapi kenaikan TPT tersebut tidak serta merta menyebabkan peningkatan penduduk miskin. Selain itu, pada Februari 2025, TPAK Provinsi Bengkulu tercatat sebesar 71,50 persen-tertinggi di Sumatera,” ujarnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : antarasumsel.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*