Palembang – Kantor SAR Palembang, Sumatera Selatan, mengimbau para nakhoda kapal dan pengguna transportasi air di Sungai Musi untuk mewaspadai kabut asap.
Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin di Palembang, Senin, mengatakan kabut asap dapat mengurangi jarak pandang secara signifikan, sehingga berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan, terutama bagi kapal yang berlayar pada malam hari maupun saat jarak pandang terbatas.
“Untuk mengantisipasi bahaya kecelakaan di perairan, Kantor SAR Palembang menginstruksikan sejumlah langkah preventif bagi seluruh pelaku pelayaran,” katanya.
Ia menambahkan antisipasi dilakukan dengan mengurangi kecepatan, pengemudi kapal diminta membatasi laju kendaraan air saat melintasi jalur rawan pandang terbatas.
Kemudian memaksimalkan navigasi, dengan menyalakan lampu navigasi secara aktif untuk menandai keberadaan kapal bagi pengguna jalan air lainnya.
Lalu mengecek alat keselamatan, guna memastikan seluruh peralatan keselamatan diri dan kapal dalam kondisi siap pakai.
Serta menjaga komunikasi, membuka jalur komunikasi intensif dengan pihak otoritas pelayaran setempat selama berlayar.
Raymond menegaskan agar para operator kapal tidak memaksakan perjalanan jika jarak pandang di lapangan sudah dinilai tidak aman. Nakhoda disarankan segera mencari lokasi berlabuh yang aman atau menunda keberangkatan hingga kondisi cuaca membaik.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Jangan memaksakan pelayaran ketika jarak pandang terbatas akibat kabut asap. Utamakan keselamatan diri, penumpang, dan seluruh awak kapal,” ujarnya.
Kantor SAR Palembang juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan ke pihak berwajib jika menemukan kondisi darurat atau membutuhkan bantuan pertolongan di sepanjang perairan Sungai Musi.
Sementara menurut Kepala Unit Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang Sinta Andayani kabut asap yang pekat bisa menurunkan jarak pandang atau visibility, penurunan jarak pandang ini bisa berdampak pada transportasi terutama transportasi darat dan laut.
Adapun catatan laporan cuaca di bandara Sultan Mahmud Badaruddin, BMKG mencatat kondisi asap dengan jarak pandang atau visibiity 800 meter.
“Himbauan bagi transportasi air untuk berhati-hati dalam berlayar, menjaga jalur lintasan yang aman,” katanya.
sumber : antarasumsel.co.
Leave a Reply