Palembang – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Palembang, Sumatera Selatan, mendistribusikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil risiko stunting sebagai langkah penyelamatan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Ketua TP PKK Kota Palembang Dewi Sastrani usai kegiatan di tersebut di Kecamatan Gandus, Palembang, Selasa, mengatakan fokus intervensi saat ini sengaja diarahkan kepada ibu hamil kategori risiko tinggi guna memotong rantai stunting sejak dini, bahkan sebelum bayi dilahirkan.
“Distribusi PMT ini bukan sekadar pemberian bantuan makanan biasa. Ini adalah strategi terpadu untuk meningkatkan status gizi ibu hamil, memperkuat edukasi kesehatan, serta memastikan tumbuh kembang janin yang optimal,” ucap Dewi.
Ia menambahkan sebanyak 179 ibu hamil risiko stunting yang tersebar di 18 kecamatan se-Kota Palembang menjadi target sasaran program ini, dimana 11 orang diantaranya berada di Kecamatan Gandus.
Bantuan pangan bergizi tinggi berupa susu dan telur tersebut, kata dia, akan digelontorkan secara berkala selama tiga bulan terhitung sejak Mei hingga Juli 2026.
Pemilihan komoditas susu dan telur didasari atas kandungan kaya protein, vitamin, dan mineral makro yang krusial untuk mencegah Kekurangan Energi Kronis (KEK) serta anemia pada ibu hamil yang dapat memicu Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah (BBLR).
Adapun langkah cepat TP PKK ini diambil sebagai respons terhadap data Aplikasi Sigizi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang.
Berdasarkan data tersebut, angka stunting secara keseluruhan di Kota Palembang menunjukkan tren menurun, yaitu dari 157 balita pada tahun 2025 menjadi 139 balita pada April 2026.
Aksi nyata ini sekaligus menjadi bentuk dukungan daerah terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam percepatan penurunan stunting nasional demi menyiapkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif.
Dewi Sastrani menekankan kesuksesan program ini berada pada konsistensi pemantauan di lapangan, bukan pada kemeriahan acara seremonial semata. Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang solid antara kader PKK, tenaga kesehatan, dan para pemangku kepentingan.
“Sinergi dan kolaborasi inilah kunci keberhasilan kita. Saya berharap kepada ibu hamil penerima agar bantuan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya demi menjaga kesehatan diri dan bayi yang dikandung,” ujarnya.
sumber : antarasumsel.com
Leave a Reply