Siang Nanti, BPBD OKU Ingatkan Penambahan Debit Air Sungai Ogan

OKU – Hujan yang mengguyur di berbagai wilayah di Kabupaten OKU, pada Sabtu 2 Mei 2026 malam, disebut tidak menimbulkan genangan air, termasuk di daerah yang rutin mengalami genangan tersebut. Situasi tersebut berdasarkan laporan yang masuk ke BPBD Kabupaten OKU.

Lokasi-lokasi yang disebut kerap mengalami genangan air ketika hujan antara lain : Jln. Ulu Danau, Lrg. Kandis, Lrg. Sampoerna, Lrg. Dora, Pasar Sekarjaya.

“Kondisi hujan tadi malam tidak menimbulkan genangan yang mengganggu aktivitas masyarakat, “ ujar Kepala BPBD OKU Januar Effendi melalui Manager Pusdalops Gunalfi, Minggu 3 Mei 2026.

Kendati tak menimbulkan genangan, namun dari operator pemantau ketinggian air sungai justru memberi laporan sebaliknya. Tinggi Muka Air (TMA) mengalami kenaikan.

“TMA sungai ogan naik, namun masih normal, “ ungkapnya.

Dirincikan Gun, TMA di Sungai Ogan naik 110 cm, sementara TMA di Sungai Lengkayap naik 35 cm. Naiknya permukaan air sungai, juga diperkirakan akan berimbas ke sungai ogan di Kota Baturaja.

“Dimungkinkan tengah hari nanti TMA Sungai Ogan di wilayah Kota Baturaja akan mengalami kenaikan antara 1, 5 meter sampai 2 meter, “ ungkapnya.

Tak cukup hanya menerima laporan, Kepala BPBD Kabupaten OKU Januar Effendi bersama kabid dan stafnya meninjua sejumlah lokasi yang berpotensi banjir.

Lalu apa pemicu cuaca yang terjadi di langit Bumi Sebimbing Sekundang ? Gun menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan BMKG Sumsel, ada beberapa hal yang mempengaruhi dinamika atmosfir di Kabupaten OKU.

Dinamika atmosfir yang terjadi antara lain : MJO berada di kuadran 2 (indian ocean) yang membentuk awan hujan di Indonesia bagian barat, khususnya di Sumsel.

Kemudian, sambung Gun, nilai OLR (Outgoing Longwave Radiation) di wilayah Sumsel secara umum bernilai negatif, mengindikasikan kondisi atmosfer yang cenderung lebih aktif secara konvektif.

Lalu, Gelombang Equatorial Rossby dan Kelvin aktif di wilayah Sumsel,hingga tanggal 7 Mei 2026. Kemudian, terdapat indikasi pola belokan angin (shearline) yang mengakibatkan perlambatan dan penumpukan massa udara, sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera Selatan, khususnya wilayah OKU.

“Kondisi tersebut memicu wilayah OKU yang masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang – lebat hingga 3 hari ke depan, “ pesannya.

Menyikapi terkait hasil analisa cuaca khusus Kabupaten OKU yang dirilis BMKG, pihaknya selalu menghimbau keseluruh lapisan masyarakat Kabupaten OKU, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan akan potensi/ancaman bencana hidrometeorology type basah terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : okusatu.id

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*