Disbun Sumsel ingatkan petani sawit manfaatkan momen kenaikan harga, genjot perawatan kebun

Palembang – Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sumatera Selatan mengingatkan para petani kelapa sawit di wilayah tersebut agar meningkatkan perawatan kebunn di tengah tren kenaikan harga tandan buah segar (TBS) sejak awal 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Selatan Ichwansyah di Palembang, Sabtu, mengatakan momentum tingginya harga sawit sebaiknya dimanfaatkan petani untuk meningkatkan produktivitas kebun melalui pemupukan dan perawatan tanaman secara rutin.

“Petani perlu memanfaatkan harga yang baik saat ini untuk memperkuat pemeliharaan kebun agar produktivitas tetap terjaga,” kata dia.

Berdasarkan data Disbun Sumsel, harga TBS periode I April 2026 tercatat sebesar Rp3.929,46 per kilogram. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan periode II Maret 2026 yang sebesar Rp3.723,80 per kilogram.

Ichwansyah menjelaskan bahwa harga pembelian TBS produksi pekebun di Sumsel terus mengalami kenaikan hingga menembus level baru pada April 2026. Penguatan harga ini dipengaruhi oleh naiknya harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar global, terutama pada bursa Malaysia dan Rotterdam.

Selain faktor global, menurutnya, kebijakan hilirisasi nasional melalui program biodiesel dan pengembangan bioavtur turut menopang permintaan CPO domestik. Hal ini menjaga harga tetap berada pada level tinggi.

Ia mengatakan stabilitas harga di daerah juga didukung oleh Indeks K yang berada di atas 92 persen. Angka tersebut menunjukkan efisiensi biaya operasional pabrik kelapa sawit yang semakin membaik.

Kenaikan harga komoditas ini memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani di sejumlah wilayah sentra perkebunan, seperti Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Ogan Komering Ilir.

Daya beli masyarakat di kawasan perdesaan terpantau meningkat seiring dengan kenaikan pendapatan petani. Selain itu, aktivitas usaha sektor pendukung seperti jasa transportasi, bengkel kendaraan niaga, hingga perdagangan ritel juga mulai bergerak maju.

Meski demikian, ia menambahkan, pemerintah mengingatkan seluruh pemangku kepentingan untuk tetap mewaspadai potensi fluktuasi harga sawit pada masa mendatang.

Terkait ini, Disbun Sumsel berkomitmen terus mengawasi seluruh pabrik kelapa sawit agar mematuhi harga ketetapan pemerintah daerah guna menjamin keadilan bagi para petani.

sumber : antarasumsel.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*