Untuk mengatasi banjir itu, saat ini sedang berlangsung penyedotan menggunakan tiga unit mesin pompa air berkapasitas 3.600 liter per detik di pintu aliran Sungai Bendung. “Karena hambatan itu sehingga membuat proses pengaliran cukup lamban. Kepada warga saya minta mohon bersabar. Tapi saya pastikan seluruh petugas akan terus siaga sampai kondisi air benar-benar kering dan kondusif,” kata dia. Harnojoyo menyebutkan, berdasarkan informasi dari BMKG diketahui fenomena hujan yang mengguyur Kota Palembang pada Oktober – Desember ini merupakan yang terbesar selama 30 tahun terakhir. Hal tersebut dipengaruhi oleh masih aktifnya La Nina dan menguatnya Dipole Mode yang menyebabkan curah hujan meningkat di atas rata-rata tanpa mengalami musim kemarau, demikian Harnojoyo.
Martapura – Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 225,97 gram senilai Rp400 juta yang disita […]