Danrem 044/Gapo sebut 29 gajah di SM Padang Sugihan Banyuasin dalam keadaan baik

“Situasi dan kondisi di kawasan konservasi tersebut saat ini relatif aman dan terkendali. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, seluruh gajah dipastikan bebas dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA),” kata Komandan Korem (Danrem) 044/Garuda Dempo (Gapo) Brigjen TNI Khabib Mahfud di Palembang, Minggu.

Ia menyebutkan langkah-langkah mitigasi dan perawatan medis secara intensif pun terus dilakukan guna menjaga habitat serta kondisi fisik satwa yang dilindungi tersebut.

“Kami terus menyisir dan memantau wilayah rawan karhutla, khususnya kawasan konservasi gajah di Padang Sugihan. Sebanyak 29 ekor gajah yang ada di sana terpantau sehat, bebas dari penyakit ISPA, dan tidak terdampak kabut asap,” ujar Danrem.

Untuk memastikan kesehatan satwa tetap terjaga, pihak pengelola kawasan menyiapkan tim dokter hewan khusus yang bertugas memantau dan merawat gajah-gajah tersebut secara berkala.

Selain penanganan medis, skema penambahan nutrisi juga diberikan melalui asupan buah-buahan segar seperti semangka, pisang, dan pepaya.

Tak hanya penanganan kesehatan dan nutrisi, upaya pemulihan lingkungan habitat juga intensif dilakukan.

Tim di lapangan memfokuskan kegiatan penghijauan kembali kawasan pakan dengan menanam dan merawat rumput-rumput di area lahan konservasi guna menjamin ketersediaan pakan alami gajah secara berkelanjutan.

Sementara itu, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta masyarakat peduli api terus bersiaga penuh di lapangan. Selain patroli darat, pemantauan udara juga dilakukan untuk mendeteksi dini kemunculan titik panas (hotspot).

Upaya pemadaman cepat (quick response) langsung dilakukan jika ditemukan titik api sekecil apa pun di sekitar wilayah penyangga (buffer zone) guna mencegah asap masuk dan mengganggu ekosistem suaka margasatwa.

Pihak Korem 044/Gapo mengimbau masyarakat dan perusahaan pengelola lahan di sekitar kawasan untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Kerjasama seluruh pihak sangat diperlukan untuk meminimalisasi risiko kebakaran yang dapat merusak habitat satwa endemik serta memicu bencana kabut asap.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : antarasumsel.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


error: Content is protected !!