Palembang – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengevaluasi pelaksanaan penyemaian dry ice dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan (Sumsel) menyusul beredarnya video viral yang memperlihatkan dugaan bongkahan es merusak atap rumah warga di Palembang.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang Siswanto di Palembang, Senin, mengatakan evaluasi dilakukan untuk memastikan ukuran material yang disemai sesuai ketentuan dan pelaksanaan OMC berlangsung aman bagi masyarakat.
Bahan baku dry ice untuk penyemaian awan idealnya berukuran sekitar tiga milimeter. Namun, proses penyimpanan di ruang pembeku dengan suhu sangat rendah berpotensi membuat butiran es menyatu hingga membentuk bongkahan.
Pada hari pertama pelaksanaan uji penyemaian menggunakan teknologi tersebut, lubang pembuangan material pada pesawat belum dilengkapi jaring penyaring khusus.
Temuan itu kemudian menjadi bahan evaluasi tim operasional dengan memasang penyaring dan alat pemecah agar ukuran dry ice yang keluar dari pesawat lebih kecil.
“Untuk hari berikutnya itu sudah menjadi evaluasi kami, itu ada penyaring ukurannya sendiri, kemudian ada alat pemecahnya, sehingga ukuran dry ice pada saat disemai sudah kecil,” katanya.
Terkait video yang beredar di media sosial mengenai dugaan bongkahan dry ice yang menimpa dan membolongi atap rumah warga, pihaknya meragukan material tersebut dapat merusak atap berbahan seng.
Bongkahan es yang dijatuhkan dari ketinggian akan mengalami gesekan dengan udara selama proses jatuh, sehingga ukurannya diperkirakan mengecil sebelum mencapai permukaan tanah.
“Kalau dampaknya sampai merusak atap ini kayaknya kurang jelas, kalau atap seng saya yakin enggak. Karena kalaupun bongkahan awal agak besar, ketika dijatuhkan dari ketinggian tertentu dia akan tergesek oleh angin, harusnya mengecil,” ujarrnya.
Meski demikian, BMKG memastikan evaluasi terhadap prosedur operasional penyemaian awan terus dilakukan untuk menjaga keamanan pelaksanaan OMC, termasuk bagi masyarakat yang berada di bawah jalur penerbangan.
“Kami terus melakukan evaluasi agar pelaksanaan OMC ini tetap berjalan optimal dan aman bagi masyarakat,” kata Siswanto.
sumber : antarasumsel.com
Leave a Reply