Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan kolaborasi untuk mewujudkan proyek perubahan aparatur sipil negara (ASN) agar berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kita perlu bersama-sama membangun penguatan dan sinergi kolaborasi dari semua elemen strategis di negeri ini. Apapun instansinya, dari manapun berasal. Kolaborasi dan sinergi adalah kunci sukses hari ini,” ujar Khofifah saat menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XI serta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan V dan VI Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 di Kampus Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur, Surabaya, Sabtu.
Khofifah mengatakan keberhasilan pelatihan kepemimpinan perlu diwujudkan melalui penerapan pengetahuan, keberlanjutan inovasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dia mengingatkan penutupan pelatihan justru menjadi awal bagi peserta untuk menerapkan proyek perubahan di lingkungan kerja karena pelaksanaannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“Pelatihan ini memang kita tutup hari ini, tapi berikutnya perlu ada kerja-kerja sinergi, kerja-kerja kolaboratif. Apalagi yang terkait dengan berbagai proyek perubahan yang sudah disiapkan. Proyek-proyek perubahan itu tidak akan mungkin bisa dilakukan sendirian. Proyek perubahan butuh sinergi,” lanjutnya.
Khofifah juga meminta ASN terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan beradaptasi karena proyek perubahan perlu menyesuaikan dengan dinamika lokal, regional, nasional, hingga global.
“Proyek perubahan tetap butuh inovasi dan kreativitas yang luar biasa. Ada ruang di mana adaptasi kita dibutuhkan. Maka sebetulnya equilibrium dynamic. Dinamika-dinamika di mana kita harus bangun keseimbangan-keseimbangan baru. Jadi, pada dasarnya proyek-proyek perubahan ini akan beradaptasi dengan berbagai dinamika kehidupan geopolitik lokal, regional, nasional, dan global,” katanya.
Sementara itu, Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Tri Widodo Wahyu Utomo mengatakan penyelesaian pelatihan bukan akhir pembelajaran, tetapi awal pembuktian sebagai pemimpin melalui dampak nyata di tempat kerja.
“BPSDM atau lembaga pelatihan apa pun bukan menjadi satu jawaban untuk semua masalah di bangsa kita. Justru yang harus kita jadikan sebagai kawah candradimuka itu adalah tempat kerja bapak ibu sekalian. PKN II hanya 107 hari saja,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Khofifah menyerahkan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) serta pin Pemimpin Perubahan kepada 52 peserta PKN Tingkat II Angkatan XI. Penghargaan juga diberikan kepada peserta terbaik PKN dan PKP.
sumber : antarasumsel.com
Leave a Reply