Jakarta – Kepolisian Daerah Banten mengkonfirmasi saat ini sedang berlangsung proses pencocokan data DNA keluarga rombongan jurnalis dan kru kapal yang hilang di Selat Sunda dengan jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu.
Kabid Humas Polda Banten Komisaris Besar Polisi Maruli Hutapea di Serang, Banten, Selasa, mengatakan bahwa pencocokan data DNA tersebut sedang berlangsung yang dilakukan oleh Tim DVI Biddokkes Polda Bengkulu.
“Kami sudah berikan data Antemortem ke Polda Bengkulu dan saat ini masih menunggu hasilnya,” kata Maruli.
Meski belum menjelaskan secara rinci siapa saja dan kapan sampel dari keluarga penumpang kapal itu diserahkan, namun dia menegaskan bahwa pihaknya segera merespons dengan menjalin koordinasi intensif dengan Polda Bengkulu setelah mendapatkan informasi terkait temuan jenazah di Pulau Enggano ini.
“Langsung respon cepat berkoordinasi dengan Polda Bengkulu, setelah mendapatkan info terkait temuan mayat,” cetusnya.
Hasil dari pencocokan DNA tersebut dinilai penting untuk memastikan apakah jenazah pria yang terdampar di Enggano merupakan bagian dari delapan penumpang kapal cepat Arupadathu 1.
Ke delapan orang yang lima di antaranya adalah jurnalis, dua kru kapal dan satu orang pemandu tersebut hingga Selasa (15/9) ini masih dalam pencarian sejak dilaporkan hilang kontak saat meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau via Pandeglang, Banten, Senin (7/9).
Sementara terkait jenazah tanpa identitas itu secara spesifik dilaporkan ditemukan di pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Sabtu (12/9) oleh Kantor SAR Bengkulu dan warga setempat.
Jenazah itu kemudian dievakuasi dari Pulau Enggano menuju Kota Bengkulu menggunakan pesawat udara Susi Air, Senin (14/9) untuk kepentingan proses pemeriksaan lebih lanjut.
“Masih menunggu hasilnya. (semoga ada titik terang) Amien,” kata Maruli.
sumber : antarasumsel.com
Leave a Reply