Disdag Palembang tingkatkan pengawasan di pasar tradisional

Palembang – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Palembang, Sumatera Selatan, meningkatkan pengawasan di pasar tradisional di daerah itu untuk menjaga harga kebutuhan pokok agar tetap stabil dan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah.

Kepala Bidang Stabilisasi dan Sarana Distribusi Perdagangan (SSDP) Disdag Palembang, Elsa Noviani di Palembang, Senin mengatakan bahwa pihaknya menerjunkan tim ke sejumlah pasar tradisional untuk memastikan sembako yang dijual pedagang tidak melebihi HET pemerintah.

“Monitoring pasar ini kami lakukan setiap hari oleh tim di lapangan secara berjenjang,” katanya.

Dia mengatakan, monitoring difokuskan di lima pasar tradisional di Kota Palembang meliputi Pasar KM 5, Lemabang, Soak Bato, 10 Ulu, dan Pasar 16 Ilir.

Menurut dia, hingga kini untuk harga komoditas pertanian masih stabil alias tidak melebihi HET yang ditetapkan pemerintah.

Hanya saja, kata dia, saat ini terdapat kelangkaan beras premium kemasan 5 kg, khususnya merek Raja dan Topi Koki yang sulit didapat sejak beberapa pekan terakhir.

“Khusus untuk beras premium merek Raja dan Topi Koki kemasan 5 kg dan 10 kg di pasar ritel dan pasar tradisional di Palembang memang sedang langka,” katanya.

Dia menjelaskan, kelangkaan tersebut disebabkan kenaikan harga gabah dan plastik kemasan yang menyebabkan biaya produksi meningkat.

Banyak masyarakat saat ini beralih ke beras kemasan merek lainnya, termasuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan stok yang berlimpah.

“Untuk harga jual beras SPHP di pasar ritel masih dibandrol Rp62.500/5 Kg,” ujarnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : antarasumsel.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*