Palembang (ANTARA) – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menyalurkan 5.000 buku Latihan Hijaiyah Jilid 1 dan 2 untuk memperkuat literasi santri generasi muda dari buta aksara Al Quran. Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya di Palembang, Rabu, mengatakan bantuan tersebut secara simbolis bertepatan dengan gelaran Tasyakuran 10.000 Santri Bebas Buta Aksara Al-Qur’an dan Wisuda Akbar 2026 di Kota Palembang, dalam pekan ini. Selain penyerahan buku latihan, acara tersebut juga diisi dengan pembagian Kurikulum EcoTeologi TKA/TPA serta pemberian apresiasi khusus kepada tiga santriwan/santriwati terbaik dan para kepala daerah yang konsisten mendukung pengentasan buta aksara Al-Qur’an. Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang peluncuran tiga program nasional strategis, yakni Kurikulum TKA/TPA EcoTeologi, Aplikasi Bisa Ngaji, dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Pemuda Masjid. Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat terus memperluas jangkauan pembinaan keagamaan dan menguatkan literasi Al Quran bagi anak-anak di seluruh pelosok Sumatera Selatan Ia menegaskan penyaluran ribuan buku ini merupakan bentuk komitmen Polda Sumsel dalam membangun moralitas dan mentalitas spiritual anak bangsa. “Dukungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat gerakan bersama dalam membebaskan para santri dan anak-anak dari buta aksara Al Quran di Sumatera Selatan,” katanya. Selain itu ia berharap melalui penyaluran 5.000 buku Latihan Hijaiyah Jilid 1 dan 2 ini, proses pembelajaran membaca Al Quran di lingkungan TKA/TPA dapat semakin optimal, efektif, dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pembentukan karakter generasi penerus bangsa.

Palembang – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menyalurkan 5.000 buku Latihan Hijaiyah Jilid 1 dan 2 untuk memperkuat literasi santri generasi muda dari buta aksara Al Quran.

Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya di Palembang, Rabu, mengatakan bantuan tersebut secara simbolis bertepatan dengan gelaran Tasyakuran 10.000 Santri Bebas Buta Aksara Al-Qur’an dan Wisuda Akbar 2026 di Kota Palembang, dalam pekan ini.

Selain penyerahan buku latihan, acara tersebut juga diisi dengan pembagian Kurikulum EcoTeologi TKA/TPA serta pemberian apresiasi khusus kepada tiga santriwan/santriwati terbaik dan para kepala daerah yang konsisten mendukung pengentasan buta aksara Al-Qur’an.

Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang peluncuran tiga program nasional strategis, yakni Kurikulum TKA/TPA EcoTeologi, Aplikasi Bisa Ngaji, dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Pemuda Masjid.

Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat terus memperluas jangkauan pembinaan keagamaan dan menguatkan literasi Al Quran bagi anak-anak di seluruh pelosok Sumatera Selatan

Ia menegaskan penyaluran ribuan buku ini merupakan bentuk komitmen Polda Sumsel dalam membangun moralitas dan mentalitas spiritual anak bangsa.

“Dukungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat gerakan bersama dalam membebaskan para santri dan anak-anak dari buta aksara Al Quran di Sumatera Selatan,” katanya.

Selain itu ia berharap melalui penyaluran 5.000 buku Latihan Hijaiyah Jilid 1 dan 2 ini, proses pembelajaran membaca Al Quran di lingkungan TKA/TPA dapat semakin optimal, efektif, dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pembentukan karakter generasi penerus bangsa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : antarasumsel.com

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*