Palembang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan segera mendapatkan bantuan dua helikopter pembom air (water bombing) untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana di Palembang, Sabtu, mengatakan penambahan helikopter tersebut merupakan respons atas meningkatnya eskalasi karhutla dan jumlah titik panas pada puncak musim kemarau tahun ini.
“Kita sudah berkirim surat ke BNPB meminta penambahan helikopter water bombing untuk penanganan karhutla. Alhamdulillah, Kepala BNPB merespons dan akan menambah 2 helikopter water bombing lagi,” katanya.
Dengan tambahan tersebut, total armada helikopter water bombing yang disiagakan di Sumsel sebanyak tujuh helikopter. Sedangkan, untuk helikopter patroli udara tetap disiapkan dua.
“Dengan tambahan ini diharapkan penanganan karhutla akan semakin masif dan bisa mempercepat, khususnya di daerah-daerah yang akses karhutlanya jauh. Termasuk pula penanganan karhutla oleh satgas darat akan kita maksimalkan,” jelasnya.
Selain memperkuat pemadaman melalui udara, BPBD Sumsel masih melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) dalam beberapa hari ke depan untuk membantu membasahi lahan yang terdampak karhutla, termasuk kawasan gambut.
Kondisi awan hujan dalam beberapa terakhir relatif tipis sehingga belum memberikan dampak signifikan terhadap pembasahan lahan di Sumsel.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta mewaspadai pembakaran sampah dan kegiatan lain yang berpotensi memicu karhutla. Sebab, sebagian besar karhutla disebabkan oleh aktivitas manusia, baik penggunaan api yang tidak pada tempatnya maupun pembukaan lahan dengan cara dibakar.
“Seperti yang disampaikan BMKG, fenomena El Nino kini kian menguat dan kemarau berlangsung hingga Oktober, sehingga kita harus tetap berhati-hati,” kata Iqbal.
sumber : antarasumsel.com
Leave a Reply