OKU — Kegiatan peresmian SPPG dan pemusnahan barang bukti (BB) narkotika yang digelar oleh Polres OKU, menuai polemik di kalangan publik dan insan pers.
Dalam kegiatan tersebut, Polres OKU memusnahkan berbagai barang bukti narkotika hasil pengungkapan kasus selama kurang lebih satu tahun terakhir.
Namun ironisnya, kegiatan yang memiliki nilai transparansi tinggi ini justru tidak tersampaikan secara maksimal kepada publik karena minimnya pelibatan media.
Oleh sejumlah wartawan yang tergabung dalam lingkup peliputan Polres OKU mengaku tidak menerima undangan maupun informasi terkait agenda tersebut.
Hal ini memicu spekulasi dan kekecewaan, mengingat keterbukaan informasi publik merupakan hal krusial dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Senin malam (18/05) pukul 19.02 WIB, Kapolres OKU Endro Ari Bowo turut mengaku heran atas kondisi tersebut.
“Walaikumsalam, itu juga saya bingung. Biasanya kalau ada acara di Polres, media harusnya ramai. Tapi di OKU kok tidak ramai… kenapa? Kemarin ada peresmian SPPG serentak juga sepi, hari ini pemusnahan narkoba juga sepi. Saya maunya seperti di tempat dinas sebelumnya, Polrestabes Palembang sampai sekarang masih kompak dengan media, Prabumulih juga kompak,” ujar Kapolres.
Pernyataan tersebut semakin memperkuat dugaan adanya miskomunikasi internal, khususnya dalam hal koordinasi publikasi kegiatan.
Sementara itu, perwakilan Humas Polres OKU, Afrizal memberikan klarifikasi melalui grup WhatsApp media.
Ia menegaskan bahwa selama ini pihak Humas selalu menyebarkan informasi kepada wartawan apabila menerima rilis atau instruksi untuk mengundang media.
“Selamat malam rekan-rekan, selama dinas di Humas, kalau Humas dapat release atau petunjuk untuk mengundang rekan media dalam kegiatan apa pun di Polres, kami pasti share di grup,” ungkapnya.
Polemik ini pun memunculkan berbagai pertanyaan lanjutan: apakah terjadi kelalaian dalam penyampaian informasi? Ataukah ada persoalan koordinasi yang belum terselesaikan di internal Polres OKU? Atau ada apa?
Publik kini menanti kejelasan dan evaluasi dari pihak terkait, agar ke depan kegiatan-kegiatan penting, khususnya yang berkaitan dengan penegakan hukum seperti pemusnahan narkotika, dapat disampaikan secara terbuka dan melibatkan media secara optimal demi menjaga transparansi dan akuntabilitas institusi.
sumber : okusatu.id
Leave a Reply