Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memfokuskan pembenahan infrastruktur drainase dan jalan di sejumlah titik rawan banjir di Kota Palembang sebagai upaya mengurangi genangan yang kerap terjadi saat hujan.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di Palembang, Senin, mengatakan langkah tersebut menjadi prioritas dalam rapat khusus penanganan banjir yang melibatkan pemerintah kota, provinsi, dan instansi pusat.
“Perbaikan infrastruktur menjadi fokus utama, terutama pada titik cekungan dan saluran air yang selama ini menjadi penyebab banjir,” katanya.
Ia menjelaskan terdapat 28 ruas jalan milik pemerintah pusat yang menjadi perhatian, khususnya di titik-titik rawan genangan seperti kawasan Kolonel Haji Burlian dan Angkatan 45.
“Pembenahan juga dilakukan pada sistem drainase, termasuk normalisasi gorong-gorong yang tersumbat sedimen, serta penanganan penyempitan aliran air atau bottleneck akibat utilitas dan infrastruktur,” jelasnya.
Selain itu, proyek penanganan banjir di Simpang Polda juga tengah berjalan dengan anggaran sekitar Rp424 miliar yang mencakup pembangunan kolam retensi dan revitalisasi saluran air.
Pemerintah juga melakukan langkah cepat di lapangan dengan membongkar sumbatan pada saluran air di sejumlah titik serta memperbaiki drainase yang tidak berfungsi optimal.
Selain pembenahan infrastruktur, Pemprov Sumsel juga mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengendalian banjir, seperti pemasangan kamera pemantau di titik rawan untuk mendukung pengoperasian pompa air secara lebih efektif.
Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan pihaknya siap mendukung langkah tersebut melalui perbaikan infrastruktur di tingkat kota, termasuk di kawasan permukiman dan lorong-lorong.
Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota diharapkan mampu mempercepat penanganan banjir secara menyeluruh.
sumber : antarasumsel.com
Leave a Reply