Palembang – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meminta seluruh pemerintah desa meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring peralihan cuaca dari La Nina ke El Nino yang memicu kemarau kering.
Gubernur Sumsel Herman Deru di Palembang, Senin, mengatakan Sumatera Selatan memiliki sekitar 1,2 juta hektare lahan gambut yang rawan terbakar, sehingga diperlukan langkah antisipasi sejak dini melalui penguatan peran masyarakat di tingkat desa.
Pola penanganan karhutla tahun ini difokuskan pada upaya pencegahan karena dinilai lebih efektif dan efisien dibandingkan penanganan saat kebakaran sudah terjadi.
Kemudian, relawan yang telah terbentuk sebelumnya perlu kembali diaktifkan untuk melakukan pengawasan terhadap wilayah yang masuk dalam peta rawan kebakaran.
“Kita harus menggunakan seluruh kekuatan di desa, termasuk relawan, untuk mencegah. Pencegahan itu lebih murah dan lebih mudah,” katanya.
Selain itu, Pemprov Sumsel memfokuskan perhatian pada sekitar 10 kabupaten/kota yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, terutama wilayah dengan hamparan lahan gambut luas.
Daerah yang menjadi perhatian antara lain Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Rawas Utara (Muratara), serta wilayah Ogan Komering Ulu (OKU) dan OKU Timur.
Deru mengingatkan seluruh jajaran agar bekerja lebih cermat dengan memanfaatkan peta potensi yang telah tersedia guna mencegah kebakaran berulang di lokasi yang sama.
“Kalau sampai terus-menerus terjadi, berarti kita yang kurang cermat. Padahal kita sudah punya peta potensi,” kata dia.
sumber : antarasumsel.com
Leave a Reply