Kejari Palembang tetapkan tersangka baru kasus korupsi “guest house” UIN Raden Fatah

Palembang – Kejaksaan Negeri Palembang, Sumatera Selatan, menetapkan seorang tersangka baru pada kasus korupsi guest house Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Palembang Mochamad Ali Rizza di Palembang, Selasa, mengatakan tersangka itu ialah AK, yang menjabat sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam proyek tersebut.

Ia menjelaskan tersangka diduga melakukan pengendalian terhadap personel inti yang tercantum dalam surat perjanjian kerja (SPK).

Kelalaian ini mencakup SPK pekerjaan pembangunan fisik maupun pengadaan konsultan MK pada proyek tersebut.

Ia menegaskan dalam proses penyidikan, jaksa telah memeriksa 47 orang saksi dari berbagai pihak, termasuk Pokja Kementerian Agama, kampus, konsultan dan penyedia.

Selain itu, empat orang ahli tiga ahli konstruksi dan satu ahli kerugian keuangan negara turut dimintai keterangan.

“Berdasarkan hasil perhitungan BPKP Perwakilan Sumatera Selatan, perbuatan para tersangka telah mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp2.123.788.215,08,” katanya.

Ia menambahkan AK menjadi tersangka ketiga setelah sebelumnya penyidik menetapkan DP (Penyedia) dan SC (Konsultan MK).

Atas perbuatannya, AK dijerat dengan Pasal Primair 603 jo Pasal 20 huruf c UU RI No. 1 Tahun 2023 (KUHP Baru) serta UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Untuk kepentingan penyidikan, AK kini ditahan di Rutan Klas IA Pakjo Palembang selama 20 hari ke depan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : antarasumsel.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*