OKU – Seorang pria diamankan warga RT 2 Kelurahan Sukajadi Kecamatan Baturaja Timur, OKU pada Senin 21 Juli 2025 malam.
Pria berinisial S (47) warga di Kecamatan Baturaja Barat ini, digerebeg warga diduga sedang indehoy di salah satu rumah warga di Jln. Pangeran Hajib 2.
Tak ampun lagi, pria berusia hampir setengah abad ini, jadi bulan-bulanan emosi warga yang datang ke lokasi. Terlebih, wanita yang diajaknya memadu kasih itu, memiliki keluarga besar di kawasan tersebut.
Kini, S sudah diamankan ke Polres OKU, setelah Bhabinkamtibmas pada Senin malam datang ke lokasi.
Informasi yang didapat portal ini, Senin siang pelaku S datang ke rumah korban L di lingkungan RT 2. Tidak diketahui apa tujuannya, namun pada malam harinya, S kembali datang ke rumah L.
Nah saat kedatangan di malam hari itu, salah satu anak L melapor ke bibik korban, karena ada seorang pria yang main ke rumahnya.
Bibik korban mendapati laporan dari keponakannya, langsung bergegas ke lokasi. Benarnya, di dalam rumah tersebut ada seorang pria yang dimaksud keponakannya tadi.
S langsung dicekal agar tidak kabur. Tak lama berselang, keluarga besar L berdatangan. Emosi memuncak, saat diketahui S dan L lagi sedang mengenakan celana di kamar mandi.
Malam itu, sekitar pukul 19.30 wib, S menjadi sasaran amukan emosi keluarga besar L, termasuk para tetangga L.
Ketua RT 2 Kelurahan Sukajadi, Yuliani dikonfirmasi okusatu.id Selasa 22 Juli 2025 membenarkanya penggerebegan yang terjadi di lingkungannya.
Menurut penuturannya, pelaku S sudah berkunjung ke rumah L dua kali di hari itu. Siang hari dan malam hari.
“Sekitar sudah isya, “ ujarnya.
Saat S berkunjung, di rumah L ada dua anak L. Pelaku S lalu meminta salah satu anak L keluar beli rokok, namun tidak mau. Bahkan diberi uang, agar anak L main di luar rumah juga tidak mau.
Kemudian, S juga membujuk anak L lainnya untuk duduk di teras rumah, namun anak tersebut juga menolak. Kesal karena diatur pendatang, salah satu anak L lalu melapor ke bibiknya yang rumahnya tidak jauh.
“Bibiknya datang ke rumah. Jadi ramai tadi malam, “ terangnya.
Usai meluapkan emosi, S lalu diikat agar tidak kabur sembari menunggu kedatangan Bhabinkamtibmas.
“Malam tadilah langsung dibawa ke Polres OKU, “ tandasnya.
sumber : okusatu.id
Leave a Reply