“Julissa tidak asing dengan laga-laga dengan pertaruhan besar dan akan menjadi ujian berat bagi Joana yang sedang naik daun,” demikian laporan WBA dalam laman resmi asosiasi itu yang dipantau di Jakarta, Kamis.
Joana memasuki laga mendatang dengan momentum luar biasa. Pada September 2024, petinju asal Tecamac, negara bagian Meksiko, itu mengejutkan dunia tinju dengan mengalahkan Caroline Vyre dari Kanada.
Ia menghentikan Vyre yang sebelumnya tak terkalahkan untuk merebut sabuk juara dunia WBA. Kemenangan itu menempatkan petinju berjulukan “Medusa” tersebut sebagai petinju kuat dalam peta persaingan.
Kini, Joana ingin mengambil langkah terakhir menuju kejayaan global dengan membawa rekor tujuh kemenangan dengan dua kemenangan knockout (KO), lima kekalahan, dan satu seri.
Bagi Joana, laga mendatang ini adalah sebuah kesempatan untuk penebusan dan pengakuan, sebuah kesempatan untuk mengakhiri kisah kegigihannya dengan sabuk emas kejuaraan.
Petinju yang akan menghadangnya adalah Julissa dengan rekor 15 kemenangan, tiga kekalahan, dan dua seri.Petinju Meksiko itu lebih berpengalaman dengan pengalaman internasional dan reputasi sebagai petarung tangguh yang dikenal dengan pendekatan agresif dan kemampuannya beradaptasi di dalam ring.
Julissa akan menyambut laga mendatang sebagai momen untuk mengukuhkan statusnya.
WBA menjelaskan, kedua wanita itu telah bertukar pukulan dengan lawan-lawan papan atas. Joana telah bertanding melawan orang-orang seperti Zulina “La Loba” Munoz dan Yuliahn Luna, sementara Julissa telah membangun resume dengan penampilan yang kuat di berbagai ajang yang sulit.
Sebuah gelar juara dunia dipertaruhkan. Namun, begitu pula kebanggaan untuk menjadi ratu divisi featherweight Meksiko berikutnya,” demikian WBA.
sumber : antarasumsel.com
Leave a Reply