Barabai, Kalsel – Harga kembang atau bunga untuk keperluan ziarah di Pasar Barabai, ibukota Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami kenaikan sampai 100 persen lebih menjelang lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah.
Pantauan Kalsel dari Barabai (165 km utara Banjarmasin), Selasa, harga kembang jelang lebaran Idul Fitri 1445 H yang biasa atau jauh sebelumnya Rp5.000 menjadi Rp10.000 untuk bunga tabur.
Namun kembang “barenteng” (berangkat) kenaikan harganya lebih 100 persen atau sebelumnya per “kopak” (kumpulan rangkaian) Rp5.000 menjadi Rp12.500.
Menurut Dewi (35), salah seorang pembeli kembang tersebut, menjelang Idul Fitri berlaku hukum ekonomi yaitu dengan banyak peminat harga jadi naik atau barang menjadi “larang” (mahal).
“Hal tersebut tidak bisa dipungkiri, karena sudah merupakan hukum alam/hukum ekonomi,” ujar alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin itu.
Sudah menjadi tradisi kaum Muslim Banjar setiap menjelang lebaran ziarah kubur dengan menabur bunga atau meletakkan kembang di atas pusara.
Selain itu, sebagai warga ada mandi kembang pada pagi hari lebaran yang merupakan warisan sejak nenek moyang.
Menjelang lebaran bukan cuma harga kembang yang mengalami kenaikan, tetapi juga berbagai komoditas seperti lawuk pauk dan keperluan dapur lainnya.
sumber : antarasumsel.com
Leave a Reply