Tradisi Berburu Sarang dan Telur Tawon Vespa Di Pajampangan Sudah Jadi Tradisi, Meskipun Mematikan

SUKABUMI, Lazimnya, masyarakat hanya memanfaatkan tawon untuk diambil madunya.

Namun, masyarakat Pajampangan yang ada di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tak hanya madu yang diambil. Telur tawon pun dijadikan santapan.

“Pesta” telur tawon di Pajampangan bahkan sudah menjadi tradisi. Itu sebabnya, saat melihat ada sarang tawon liar di rumah atau pekarangan rumah, warga bukannya takut, melainkan gembira.

Mereka akan membiarkannya dan memanennya ketika saatnya tiba.

“Tawon itu sudah merupakan tradisi ya di sini. Tradisi masyarakat sekitar di sini, masyarakat pertanian, masyarakat pesisir pantai. Jadi sudah tidak asing lagi bagi masyarakat karena di setiap penjuru hutan atau bahkan di rumah warga pun ada tawon ini,” kata Sukma Wijaya (40), warga Pajampangan, saat ditemui di kediamannya, Selasa (4/1) malam.

Tawon yang sangat digemari telurnya oleh warga Pajampangan adalah jenis tawon vespa. Entah mengapa warga di sana menyebutnya begitu. Sarang tawon ini pula, yang semalam ramai-ramai diburu warga.

Seperti lazimnya para pemburu madu, warga pun menggunakan asap untuk mengusir tawon sebelum mengambil sarang dan madu, dan tentu saja telur-telurnya.

Perlu waktu beberapa menit sebelum semua tawon kabur. Hanya sarang yang berisi telur yang diambil.

Sukma mengatakan, sarang dan telur tawon yang mereka “panen” malam itu di rumah salah seorang warga, akan langsung mereka olah.

“Cara pengolahannya sederhana sekali. Cukup pakai garam atau dikukus, sudah kerasa enaknya. Jadi masyarakat di sini berburu itu karena kelezatannya itu. Seperti kita saksikan tadi, ada barak liwet,” ujarnya.

Namun, selain sangat lezat, kuliner dari telor tawon vespa juga dikenal dengan khasiatnya. “Untuk kebugaran, supaya vit, lebih ekstra, begitu,” ujarnya sambil tersenyum.

“Tapi, bukan itu saja. Kuliner telur tawon ini juga berkhasiat untuk obat sakit perut. Mujarab,” sambungnya.

Akan tetapi di balik kelezatan dan khasiat telur tawon ini, ungkap Sukma, risiko yang harus dihadapi saat memburunya juga tinggi. Jika sampai tersengat akibatnya bisa sangat buruk.

“Bukan waswas lagi. Tadi kita saksikan, kalau berbicara waswas, rasanya berburu sarang tawon ini lebih dari waswas. Jika tersengat bisa sampai dibawa ke rumah sakit,” kata Sukma. (M Rizal Jalaludin)

 

 

sumber : tribun.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*