Tanggap Bencana di NTT dan NTB, Kemensos Salurkan Bantuan Rp 3,9 Miliar untuk Para Korban

Kementerian Sosial (Kemensos) salurkan bantuan dana sebesar Rp 3.958.359.380 untuk korban terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan dampak bencana banjir dan longsor di kedua daerah ini sangat besar.

Ia meminta semua masyarakat untuk saling bahu membahu membantu para korban bencana NTT dan NTB, contohnya dalam dunia usaha.

“Akibat banjir bandang dan longsor dampaknya luar biasa. Saya menghimbau dan mengajak semua elemen bangsa, termasuk dunia usaha, dan masyarakat luas bersama-sama membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak baik di NTT maupun di NTB,” kata Risma, dikutip dari laman Kemensos, Rabu (7/4/2021).

“Bencana skalanya luas dan banyak daerah terdampak. Mari kita bekerja sama, membantu saudara-saudara kita yang terimpa bencana,” tambahnya.

Risma menuturkan bantuan dari kemensos sudah siap untuk diberikan, namun sempat terhalang karena faktor cuaca.

“Misalnya kemarin bantuan dari Maumere, mau nyeberang ke Odonara. Tapi karena cuaca enggak bagus, ya ngga bisa. Tapi untuk saya kemarin, saya paksakan,” ujarnya.

Selain itu juga ada, keterhalangan lain seperti ketidaksediaan landasan bagi pesawat yang mengangkut bantuan.

“Di Adonara tidak ada landasan untuk pesawat. Terpaksa barang diangkut dengan manual. Jadi bukan kami tidak mau. Tapi tidak bisa,” tambahnya.

Adapun beberapa pihak yang ikut membantu korban bencana NTT dengan Kemensos, yakni PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT), CEO kitabisa.com Muhammad Alfatih Timur, Youtuber Andovi da Lopez dan kakaknya Jovial da Lopez, serta perwakilan kawin campur Indonesia.

Dikabarkan, hari ini Kamis (8/4/2021), Risma akan terbang kembali ke lokasi bencana di NTT sekaligus membawa beberapa bantuan degan pesawat Hercules milik TNI.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati, kembali merilis kabar terkait jumlah korban meninggal akibat bencana siklus tropis seroja di Nusa Tenggara Timur.

Dikutip dari tayangan live Kompas TV pada Rabu (7/4/2021), hingga saat ini jumlah korban meninggal dunia dalam peristiwa bencana alam ini menjadi 124 orang.

Informasi tersebut merupakan data per tanggal Rabu (7/4/2021) sore.

Angka ini merujuk pada keseluruhan data dari 15 daerah yang terdampak banjir, yang terdiri dari kota dan kabupaten.

“Dari 124 jiwa yang meninggal, 67 jiwa itu dari Kabupaten Flores Timur, kemudian dari Lembata ada 28, kemudian 21 dari Kabupaten Alor.”

“Kemudian tiga dari Kabupaten Malaka, dua dari Kabupaten Sabu Raijua, satu meninggal dunia dari Kabupaten Kupang, satu dari Kabupaten Ende dan satu lagi dari Kota Kupang,” ujar Raditya.

– 67 di Kabupaten Flores Timur

– 28 di Kabupaten Lembata

– 21 di Kabupaten Alor

– 3 di Kabupaten Malaka

– 2 di Kabupaten Sabu Raijua

– 1 Kabupaten Kupang

– 1 di Kabupaten Ende

– 1 di Kota Kupang

Siklon Tropis Seroja

Dalam konferensi pers pada Senin (5/4/2021), Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati memaparkan penyebab terjadinya bencana alam banjir bandang di NTT ini dipicu cuaca buruk akibat badai atau siklon tropis Seroja.

Terbentuknya siklon tropis Seroja menyebabkan terjadinya cuaca esktrem hingga menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi di sekitar wilayah NTT.

Sebelumnya, Dwikorita telah memprediksi siklon tropis Seroja semakin menjauhi Indonesia menuju barat daya.

Dwikorita menambahkan, pada 7 April 2021 diharapkan fenomena siklon tropis Seroja ini akan selesai.

“Pada tanggal 7 April 2021 terlihat semakin melemah (daya siklon tropis Seroja) dan diharapkan akan selesai,” ujar kepala BMKG itu.

Diketahui badai yang terjadi pada Minggu (4/4/2021) pukul 01.00 WITA ini baru pertama kali menimpa Indonesia.

Dampak terjadinya fenomena siklon tropis Seroja ini di antaranya angin kencang, hujan lebat dan gelombang tinggi.

 

 

Sumber : Tribunnews.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*