Senin Malam, Tim Bulutangkis Tiba di Indonesia

Jakarta: Tim Bulutangkis Indonesia dijadwalkan tiba di tanah air pada Senin malam (22/3/2021).

“Tiba di Bandara Soekarno Hatta pukul 20.00 WIB,” tulis akun Instagram Badminton.ina yang dilihat rri.co.id, Senin (22/3/2021).

Tim Bulutangkis Indonesia yang dipaksa mundur dari All England, transit di Turki terlebih dahulu.

“Sesampainya di Istanbul, Turki, Tim Indonesia langsung didampingi oleh Duta Besar RI untuk Turki, Bapak Lalu Muhammad Iqbal,” jelasnya.

Seharusnya, lanjutnya, penerbangan ke Jakarta dijadwalkan pukul 02.40 waktu Istanbul atau pukul 06.40 WIB. Tapi penerbangan delay selama 2 jam, menjadi pukul 04.40 waktu Istanbul atau pukul 08.40 WIB.

Sebelumnya, Tim Bulutangkis Indonesia yang mengalami insiden dipaksa mundur dari ajang bulutangkis All England 2021 akhirnya dapat pulang ke Tanah Air, hari Minggu (21/3).

Tadinya tim ini baru bisa kembali ke Indonesia setelah tanggal 23 Maret sesuai aturan yang diterbitkan NHS (National Health Service) Inggris, yaitu menjalani 10 hari karantina mandiri sejak tanggal 13 Maret saat berada dalam satu pesawat bersama orang yang positif mengidap Covid-19 dari Istanbul ke Birmingham.

Keputusan ini tidak lepas dari peran serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris, Desra Percaya. Sejak insiden ini terjadi pada Rabu (17/3/2021), Desra beserta jajarannya langsung aktif bergerak mencari solusi terbaik.

“Sebagaimana komitmen saya bahwa para atlet top Indonesia dari Birmingham harus pulang saat ini. Dan Alhamdulillah kita sudah dalam perjalanan ke London untuk nantinya tim terbang dari sana menuju Jakarta,” kata Desra kepada Tim Humas dan Media PP PBSI.

“Kami pastikan tim pulang dengan tidak hanya aman, tapi juga bermartabat,” lanjutnya.

“Oleh karena itu saya sendiri memastikan, tadi pagi saya berangkat dari London ketemu di Birmingham, menjemput. Bahkan dengan senang hati dan penuh kehormatan, duduk dan naik bis yang sama dengan para atlet,” ujar Desra lagi.

Sebagai Duta Besar, Desra menegaskan sudah menjadi kewajibannya untuk membantu siapapun yang sedang bermasalah di tempat ia bertugas.

“Intinya begini, sudah menjadi kewajiban saya sebagai duta besar dan saya juga didukung oleh teman-teman di KBRI, untuk memastikan kebutuhan teman-teman ini terpenuhi,” kata Desra.

“Apalagi dalam kondisi mereka dikeluarkan dari turnamen tanpa salah mereka, saya semakin merasa berkewajiban,” sambungnya.

 

 

sumber : RRI.co.id

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*