Pemerintah Kawal Terus Pemulangan PMIB Asal Malaysia

Jakarta: Pemerintah kembali memulangkan 388 Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMIB) yang berasal dari Malaysia melalui Bandara Soekarno-Hatta. PMIB yang dipulangkan dari luar negeri terdiri dari 366 orang deportan dan 22 WNI shelter. Data sebaran itu terdiri dari 229 laki-laki, 140 perempuan, 8 anak laki-laki, dan 9 anak perempuan.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Femmy Eka Putri menjelaskan, proses pemulangan PMIB sudah berjalan cukup baik sehingga nantinya akan dilakukan karantina terlebih dahulu di Wisma Atlet Pademangan.

“Alhamdulillah proses pemulangan para PMIB dari Malaysia berjalan dengan baik pada malam ini, nantinya sebelum dipulangkan ke daerah asalnya para PMIB tersebut akan dilakukan karantina terlebih dahulu di Wisma Atlet Pademangan,” kata Femmy seperti dikutip RRI.co.id, Selasa (2/11/2021).

Deputi IV Kemenko ini menjelaskan, dalam rakor pada tanggal 18 Oktober, Pemerintah Malaysia meminta percepatan proses deportasi PMIB. Karena depo-depo di Malaysia (semenanjung) telah melebihi kapasitas dan perpanjangan masa penahanan akan menimbulkan masalah kemanusiaan.

Sejak Maret 2021, sebanyak 1.361 PMIB telah dipulangkan dari Malaysia melalui jalur udara maupun jalur laut. Semuanya telah melalui proses verifikasi dan pendataan, serta mengantongi surat keterangan hasil PCR negatif dan telah divaksin minimal dosis pertama.

Femmy menerangkan data-data WNI deportan berdasarkan dengan nama dan dengan alamat terdiri dari 25 anak, 8 ibu hamil, 9 lansia, 13 ibu dan anak dan sisanya adalah WNI sakit, terbanyak menderita scabies juga darah tinggi dengan catatan 1 orang batal berangkat karena hasil PCR positif.

Sedangkan untuk data WNI berdasarkan daerah asal yaitu Aceh 29 orang, Sumut 87 orang, Riau 12 orang, Kepri 2 orang, Sumbar 8 orang, Sumsel 14 orang, Bengkulu 1 orang, Jambi 7 orang, Lampung 17 orang, Banten 2 orang, DKI Jakarta 5 orang, Jabar 14 orang, Jateng 23 orang, Jatim 92 orang, Yogya 1 orang, Kalbar 2 orang, Sulteng 1 orang, Sulsel 7 orang, Babel 1 orang, NTB 30 orang, NTT 8 orang, sedangkan yang tidak terindentifikasi 42 orang.

“Kita ingin kesiapan dan prosesi keberangkatan benar-benar dilaksanakan seperti pakai masker untuk PMI, adanya konsumsi karena keberangkatan pada malam hari, pengaturan tempat duduk taati protokol kesehatan dan setelah tiba nantinya menuju terminal dan wisma jangan ada yang terkendala,” terang Femmy.

Terakhir, Deputi Femmy meminta kepada pemerintah daerah untuk memberikan perhatian khusus dalam hal ini pemberdayaan kepada para PMIB di daerahnya masing-masing.

“Setelah para pekerja migran ini kembali ke daerah asalnya masing-masing, kami berharap pemerintah daerah juga ikut membantu dalam penanganan dan pemberdayaan supaya para PMIB tersebut dapat tetap betah di Indonesia dan memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” tuturnya.

 

 

sumber : RRI.co.id

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*