OKU BANGKIT IPM OKU

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Kabupaten Ogan Komering Ulu
Tahun 2021

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Ogan Komering
Ulu tahun 2021 mencapai angka 69,60 dengan komposisi
indikator Angka Harapan Hidup sebesar 68,24 tahun, Angka
Harapan Lama Sekolah sebesar 12,83 tahun, Angka Rata-Rata
Lama Sekolah sebesar 8,71 tahun, serta Pengeluaran Perkapita
sebesar 10,04 juta rupiah.
 Pada tahun 2021, terjadi peningkatan angka IPM Kabupaten
Ogan Komering Ulu sebesar 0,28 poin dibandingkan dengan
angka IPM Kabupaten Ogan Komering Ulu pada tahun 2020 yang
besarnya 69,32. Selama sepuluh tahun terakhir, kualitas
pembangunan manusia di Kabupaten Ogan Komering Ulu masih
dalam status “sedang”. Sempat terjadi penurunan angka IPM
hanya pada tahun 2020 yang diakibatkan Pandemi COVID-19,
namun pada tahun 2021 angka IPM dapat meningkat kembali
seiring dengan perbaikan ekonomi.
 Dari sisi kesehatan, bayi yang lahir pada tahun 2021 memiliki
peluang untuk hidup hingga 68,24 tahun atau 0,04 tahun lebih
lama dibandingkan dengan bayi yang lahir pada tahun
sebelumnya. Dari sisi pendidikan, anak-anak yang berusia 7
tahun memiliki peluang untuk bersekolah selama 12,83 tahun
(Diploma I), lebih lama 0,23 tahun dibandingkan dengan anak
yang berusia sama pada tahun 2020. Sementara itu, penduduk
yang berusia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh
pendidikan selama 8,71 tahun (kelas VIII) lebih lama 0,01 tahun
dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2021,
penduduk Kabupaten Ogan Komering Ulu mampu memenuhi
kebutuhan hidup dengan rata-rata pengeluaran 10,040 juta
rupiah per tahun. Angka ini meningkat 20 ribu rupiah
dibandingkan dengan pengeluaran pada tahun sebelumnya.

1. Perkembangan IPM Ogan Komering Ulu
Pembangunan manusia didefenisikan sebagai proses perluasan pilihan bagi penduduk
(enlarging people choice). IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan
dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk). IPM
menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam
memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. IPM diperkenalkan oleh
United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1990 dan metode
penghitungan direvisi pada tahun 2010. BPS mengadopsi perubahan metodologi
penghitungan IPM yang baru pada tahun 2014 & melakukan backcasting sejak tahun 2010.
IPM dibentuk oleh tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat (a long
and healthy life), pengetahuan (knowledge), dan standard hidup layak (decent standard of
living). Umur panjang dan hidup sehat digambarkan oleh Umur Harapan Hidup saat lahir
(UHH), yaitu jumlah tahun yang diharapkan dapat dicapai oleh bayi yang baru lahir untuk
bertahan hidup, dengan asumsi bahwa pola angka kematian menurut umur pada saat
kelahiran sama sepanjang usia bayi. Pengetahuan diukur melalui indikator Rata-rata Lama
Sekolah dan Harapan Lama Sekolah. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) adalah rata-rata lamanya
(tahun) penduduk usia 25 tahun ke atas yang telah atau sedang menjalani pendidikan
formal. Harapan Lama Sekolah (HLS) didefinisikan sebagai lamanya (tahun) sekolah formal
yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu (7 tahun) di masa
mendatang. Standar hidup yang layak digambarkan oleh pengeluaran per kapita
disesuaikan, yang ditentukan dari nilai pengeluaran per kapita dan paritas daya beli
(purchasing power parity).
IPM dihitung berdasarkan rata-rata geometrik indeks kesehatan, indeks pengetahuan,
dan indeks pengeluaran. Penghitungan ketiga indeks ini dilakukan dengan melakukan
standardisasi dengan nilai minimum dan maksimum masing-masing komponen indeks.

IPM merupakan indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan
pembangunan jangka panjang. Untuk melihat kemajuan pembangunan manusia, terdapat
dua aspek yang perlu diperhatikan, yaitu kecepatan dan status pencapaian. Secara umum,
pembangunan manusia Ogan Komering Ulu terus mengalami kemajuan selama periode
2011−2021. IPM Ogan Komering Ulu meningkat dari 64,42 pada tahun 2011 menjadi 69,60
pada tahun 2021. Selama periode tersebut, IPM Ogan Komering Ulu mengalami
pertumbuhan rata 0,75 persen per tahun.
2. Pencapaian Kapabilitas Dasar Manusia
Pencapaian pembangunan manusia diukur dengan memperhatikan tiga aspek
esensial, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak. Oleh
karena itu, peningkatan capaian IPM tidak terlepas dari peningkatan setiap komponennya.
Seiring dengan meningkatnya angka IPM, indeks masing-masing komponen IPM juga
menunjukkan kenaikan dari tahun ke tahun

.1. Dimensi Umur Panjang dan Hidup Sehat
Umur Harapan Hidup saat lahir (UHH) yang merepresentasikan dimensi umur
panjang dan hidup sehat terus meningkat dari tahun ke tahun. Selama periode 2011 hingga
2021, Kabupaten Ogan Komering Ulu telah berhasil meningkatkan Umur Harapan Hidup
saat lahir sebesar 0,66 tahun atau bertambah peluang hidup sekitar 7,92 bulan atau sekitar
dari 7 − 8 bulan. Pada tahun 2011, Umur Harapan Hidup saat lahir di Kabupaten Ogan
Komering Ulu hanya sebesar 67,58 tahun & pada tahun 2021 telah mencapai 68,24 tahun.

2.2 Dimensi Pengetahuan
Dimensi pengetahuan pada IPM dibentuk oleh dua indikator, yaitu Harapan Lama
Sekolah dan Rata-rata Lama Sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas. Kedua indikator ini
terus meningkat dari tahun ke tahun. Selama periode 2011 hingga 2021, Harapan Lama
Sekolah di Kabupaten Ogan Komering Ulu telah meningkat sebesar 1,11 tahun, begitu juga
Rata-rata Lama Sekolah bertambah 1,29 tahun.
Selama periode 2011 hingga 2021, Harapan Lama Sekolah memiliki tren pertumbuhan
yang meningkat. Meningkatnya Harapan Lama Sekolah menjadi sinyal positip bahwa
semakin banyak penduduk yang bersekolah. Pada tahun 2021, Harapan Lama Sekolah di
Kabupaten Ogan Komering Ulu telah mencapai 12,83 tahun yang berarti bahwa anak-anak
usia 7 tahun memiliki peluang untuk menamatkan pendidikan mereka hingga lulus SMA atau
D1.
Sementara itu, Rata-rata Lama Sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas di Kabupaten
Ogan Komering Ulu juga memiliki tren yang positip. Pertumbuhan yang positip ini
merupakan modal penting dalam membangun kualitas manusia Ogan Komering Ulu yang
lebih baik. Pada tahun 20201, secara rata-rata lama sekolah penduduk Ogan Komering Ulu
usia 25 tahun ke atas mencapai 8,71 tahun atau telah menyelesaikan pendidikan hingga
kelas VIII atau IX.

2.3 Dimensi Standar Hidup Layak
Dimensi terakhir yang mewakili kualitas hidup manusia adalah standar hidup layak
yang direpresentasikan oleh pengeluaran per kapita. Pada tahun 2021, pengeluaran per
kapita masyarakat Ogan Komering Ulu mencapai Rp. 10.040 juta per tahun. Angka ini
meningkat secara signifikan jika dibandingkan pengeluaran per kapita masyarakat pada
tahun 2011 yang hanya mencapa Rp. 8.277 juta per tahun.

3. Pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten/Kota
IPM Kabupaten Ogan Komering Ulu tahun 2017 sampai dengan 2021 masih berada di
peringkat empat Kabupaten Kota se Sumatera Selatan atau peringkat satu Kabupaten se
Sumatera Selatan dengan capaian IPM sebesar 68,28 di tahun 2017, 69,01 di tahun 2018,
69,45 di tahun 2019, 69,32 di tahun 2020 dan 69,60 di tahun 2021.
Di tahun 2021 capaian IPM tertinggi masih ditempati oleh Kota Palembang sebagai ibu
kota provinsi sebesar 78,72, di posisi ke dua dicapai oleh Kota Lubuk Linggau dengan capaian
IPM sebesar 74,89 dan IPM tertinggi ke tiga dicapai oleh Kota Prabumulih dengan capaian
IPM sebesar 74,67, begitupun di tahun 2017 sampai dengan 2020 ketiga kota tersebut masih
mendominasi capaian IPM tertinggi Kabupaten Kota se Sumatera Selatan.
Kemajuan pembangunan pada tahun 2020 juga terlihat dari status pembangunan
manusia di tingkat kabupaten/kota. Kabupaten/kota dengan kategori IPM “sedang”
sebanyak 14 kabupaten/kota dan kondisinya tidak berubah dari tahun sebelumnya.
Sementara tiga kota mampu mempertahankan kategori IPM “tinggi” pada tahun 2020.
Ketiga kota tersebut adalah Kota Palembang, Kota Lubuk Linggau dan Kota Prabumulih.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

snf

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*