DPRD Usul Wabup OKU Terdakwa Korupsi Tanah Kuburan Gantikan Bupati

Palembang – DPRD Ogan Komering Ulu (OKU) resmi mengusulkan Wakil Bupati (Wabup) Johan Anuar, yang berstatus terdakwa dan ditahan atas kasus korupsi tanah kuburan, menjadi Bupati menggantikan almarhum Kuryana Azis, yang meninggal dunia pada awal Maret lalu. Terkait hal itu, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru mengaku akan mempelajari kabar tersebut terlebih dahulu.

Informasi yang dihimpun detikcom, usulan sidang ini dibahas dalam sidang paripurna DPRD OKU dengan agenda usulan pemberhentian bupati karena meninggal dunia. Dalam sidang juga diusulkan penetapan wakil bupati menjadi bupati.

“Benar, Senin kemarin kita sudah menggelar rapat paripurna dengan agenda pemberhentian bupati karena meninggal dunia, dan usulan penetapan wakil bupati menjadi bupati,” kata Ketua DPRD OKU Marjito Bachri saat dihubungi detikcom, Selasa (23/3/2021).

Dalam rapat paripurna yang digelar Senin (22/3), Marjito menyetujui usulan pemberhentian Kuryana Aziz (Bupati OKU) dan mengusulkan Johan Anuar menjadi Bupati OKU.

“Maka dari itu kita akan menyetujui dua keputusan DPRD OKU, yaitu usul pemberhentian Kuryana Azis sebagai Bupati Ogan Komering Ulu dikarenakan meninggal dunia. Usul penetapan Drs Johan Anuar sebagai Bupati OKU sampai sisa masa jabatan,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Herman Deru mengatakan memang mendengar pemberhentian Kuryana Aziz sebagai bupati karena telah meninggal dunia. Herman mengatakan akan mengecek dan mempelajari surat usulan dari DPRD OKU.

“Maka akan saya pelajari dulu suratnya, apa sih yang diminta oleh paripurna. Kalau yang diminta sesuai aturan, ya akan kita tindak lanjut. Kalaupun tidak sesuai aturan, ya akan kita jawab nantinya,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, setelah Kuryana Azis meninggal dunia, Herman Deru menunjuk Edward Candra sebagai Plh Bupati OKU.

Edward Candra ditunjuk menjadi Plh Bupati OKU pada Selasa (9/3). Edward sebelumnya menjabat Plt Asisten Satu Sumsel Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sumsel.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*