3 Kriteria Pemain Naturalisasi Menurut Shin Tae-yong: Darah Indonesia Syarat Mutlak

Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengungkapkan tiga kriteria yang harus dipenuhi agar seorang pemain bisa dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan berhak membela skuad Garuda. Menurut Shin Tae-yong, seorang pemain yang dinaturalisasi wajib memiliki darah Indonesia. Kriteria ini menjadi syarat mutlak di samping dua hal lain. Shin Tae-yong juga mewajibkan pemain yang dinaturalisasi memiliki teknik bermain bagus dan bertanggung jawab terhadap timnas Indonesia. Dia mengungkapkan ketiga kriteria itu saat berbicara dalam pertemuan bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali di Gedung Kemenpora, Jakarta, pada Kamis (10/2/2022).

Sejumlah perwakilan dari induk sepak bola Tanah Air, PSSI, juga hadir dalam pertemuan tersebut. “Untuk dinaturalisasi, pemain itu mesti berdarah Indonesia, memiliki teknik yang bagus, dan bertanggung jawab sebagai pemain tim nasional Indonesia,” kata Shin Tae-yong, dikutip dari Antara News. Saat ini, dalam proses naturalisasi, baru ada dua pemain yang sesuai dengan kriteria Shin Tae-yong, yakni Sandy Walsh (Belanda) dan Jordi Amat (Spanyol). Kedua pemain tersebut berposisi sebagai bek dan nama mereka sudah diajukan kepada pemerintah Indonesia melalui Menpora Zainudin Amali untuk kemudian menjalani proses naturalisasi.

Sandy Walsh (26 tahun) merupakan bek kanan milik klub yang berkompetisi di Liga Belgia, KV Mechelen. Sementara itu, Jordi Amat adalah bek tengah berusia 29 tahun yang kini juga membela klub peserta Liga Belgia, KAS Eupen.

Sebelumnya, Jordi Amat sempat bermain untuk klub Liga Inggris Swansea City dan malang melintang di Spanyol bersama Espanyol, Rayo Vallecano, hingga Real Betis. Kini, Sandy Walsh dan Jordi Amat mengisi daftar pemain reguler di tim masing-masing. Mereka memiliki garis keturunan Indonesia dan menunjukkan keseriusan untuk membela skuad Merah Putih.

Keseriusan mereka untuk membela skuad Garuda tampak dari kesediaan dalam melengkapi administrasi sesuai undang-undang yang berlaku. “Saya merekomendasikan sekali mereka (Sandy dan Jordi) karena menjadi pilihan di tim utama dan performa mereka luar biasa,” ucap Shin Tae-yong. “Saya merasa dua pemain itu akan sangat membantu timnas dan sepak bola Indonesia,” tutur Shin Tae-yong menegaskan. Menpora Zainudin Amali pun sepakat dengan pilihan pemain yang diajukan Shin Tae-yong untuk dinaturalisasi menjadi WNI. Dia juga sejalan dengan Shin Tae-yong yang mengatakan bahwa tidak bisa sembarangan dalam menaturalisasi atlet. “Pelatih Shin menyampaikan kepada saya bahwa dia tak mau sekadar menaturalisasi pemain, padahal kualitasnya tidak bagus,” kata Menpora Amali. “Jadi, mudah-mudahan pemain junior bisa terpacu dengan kehadiran pemain naturalisasi di tim nasional,” ujar Menpora Amali.

Menpora Amali juga menekankan perbedaan proses naturalisasi sekarang ini dengan yang telah terjadi di sepak bola Indonesia pada masa-masa sebelumnya.

“Saya tentu berhati-hati dalam melakukan naturalisasi ini karena saya pernah sampaikan, kami hanya akan melakukan naturalisasi kalau benar-benar terpaksa dan bukan untuk jangka pendek,” ucap Menpora Amali. “Yang kami inginkan adalah membangun sepak bola nasional sesuai dengan Inpres Nomor 3 tahun 2019 soal percepatan pembangunan sepak bola nasional. Kita Utamakan pembinaan,” imbuhnya. Menpora bersama jajaran tampak belajar dari kesalahan-kesalahan sebelumnya, ketika status WNI diberikan kepada para pemain asing yang sudah tidak muda lagi atau sudah lewat masa primanya untuk bermain bagi timnas.  Sebut saja Beto Goncalves, Bio Paulin, dan Otavio Dutra.  Sementara, pemain naturalisasi terakhir, Marc Klok, bahkan belum dapat bermain bagi timnas karena ia tidak bisa membuktikan punya garis keturunan Indonesia dari kakek-neneknya.

 

 

 

 

 

 

 

sumber : kompas.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*