Yuk Ikuti #BanggaBerhijab untuk Rayakan Hari Hijab Sedunia

Tujuh tahun sudah, World Hijab Day dirayakan masyarakat dunia sejak pertama kali digelar 1 Februari 2013 silam. Peringatan ini pertama kali digagas Nazma Khan, perempuan asal New York, Amerika Serikat.

World Hijab Day lahir sebagai bentuk pengakuan para perempuan yang memilih untuk berhijab dan menjalani kehidupannya sebagai seorang muslimah.

Setiap tahunnya, World Hijab Day atau Hari Hijab Sedunia dirayakan di berbagai dunia, termasuk di Indonesia

Melansir laman resmi World Hijab Day, gagasan ini dilatarbelakangi kisah Nazma yang menjadi satu-satunya murid berhijab di sekolahnya.

Saat ia berusia 11 tahun, Nazma kerap diteriaki “Batman” atau “Ninja” oleh teman-temannya. Bahkan, ketika imigran asal Bangladesh ini memasuki perguruan tinggi, ia dituding teroris akibat peristiwa 11 September.

Rayakan Hari Hijab Sedunia dengan ‘Empowerd in Hijab’

Peringatan Hari Hijab Sedunia yang jatuh tiap 1 Februari selalu jadi momen yang dinanti para hijabers di seluruh penjuru. Termasuk hijaber-hijaber di Indonesia.

Seperti yang dilakukan World Hijab Day Ambassador Indonesia bersama komunitas muslimah Hijab Motion pada Minggu, 2 Februari 2020 kemarin.

Bertema Empowerd in Hijab, acara ini berlangsung di kawasan Car Free Day (CFD), Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta mulai pukul 07.00-10.00 WIB.

Adapun acara yang disajikan adalah Hijab on The Street dan Public Speaking Workshop Share Your Stories, Empower Others bersama Speak Project.

Berbincang dengan Dream, Senin, 3 Februari 2020, Komunitas Hijab Motion menggelar rangkaian kegiatan Hijab on The Street meliputi berbagi hijab (giveaway), tutorial hijab (hijab trials for non hijabers), donasi hijab (charity dropbox), dan games.

Saling Menguatkan Sesama Muslimah

Di Indonesia, Empowered in Hijab diterjemahkan sebagai sebuah semangat bagi muslimah untuk terus mengasah kemampuan diri agar dapat mengambil peran dalam berbagai bidang yang disukainya.

Dengan semangat ini para muslimah diharapkan dapat saling membantu muslimah lain, bahkan masyarakat pada umumnya, di berbagai bidang kehidupan.

Terlebih, Islam menjadi agama mayoritas di Indonesia yang dianut oleh penduduknya.

Sudah saatnya, kini, Islam tampil dan mensyiarkan nilai-nilai positif yang penuh kedamaian.

“ Sedikit perbedaan pendekatan dalam memperkenalkan World Hijab Day di Indonesia. Sebagai negara yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam, pada umumnya, muslimah yang berhijab tidak mendapatkan diskriminasi sekeras dan semasif muslimah-muslimah di negara lain, sebagai minoritas,” ujar Caesaria Apriliani selaku World Hijab Day Ambassador.

“ Selain itu, dari perspektif lain, harapannya, gerakan dan ide World Hijab Day ini mulai diterima gaungnya secara positif di Indonesia. Karena ide utamanya adalah setiap wanita di dunia mendapat kesempatan yang memuaskan rasa penasaran mereka tentang Islam atau tentang hijab, dengan mencoba mengenakan hijab setiap tanggal 1 Februari. Sehingga, sesama wanita justru saling mengangkat kepercayaan diri, saling dukung satu sama lain, saling percaya dan menebar kebaikan, tak peduli apapun kepercayaannya,” jelasnya.

Senada dengan Caesaria, Trifty Qurrota Aini, World Hijab Day ambassador Indonesia, mengatakan bawah public speaking workshop dipilih sebagai rangkaian acara karena public speaking merupakan salah satu kemampuan (skill) yang sangat dibutuhkan di berbagai bidang, terlebih dalam dunia kerja.

Menggandeng Hijab Motion sebagai community partner, perayaan Hari Hijab Sedunia tahun ini melalui World Hijab Day Ambassador Indonesia selaras dengan tujuan di bidang keagamaan, pemberdayaan, dan sosial.

Diketahui, Hijab Motion merupakan komunitas muslimah yang rutin menyelenggarakan kegiatan-kegiatan positif bagi para muslimah dalam lima aspek yaitu keagamaan, pemberdayaan muslimah, kreativitas, kesehatan, dan sosial.

 

Sumber : https://www.liputan6.com

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*