UPDATE Corona di Sumsel Senin 1 Juni, 5 Kasus Lagi Tembus 1000, PSBB Palembang Akan Diperpanjang

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Kasus konfirmasi positif corona (Covid-19) di Indonesia masih bertambah.

Sumsel Senin (1/6/2020) mengkonfirmasi total kasus sudah mencapai 995 kasus dengan artian 5 kasus lagi akan tembus 1000 kasus covid-19.

Sehari sebelumnya Sumsel mencatat kasus sebanyak 982. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, mengatakan data kasus positif Covid-19 kini totalnya berjumlah 26.940 pasien.

Jumlah tersebut meningkat 467 kasus per Senin (1/6/2020) pukul 12.00 WIB. Hal itu disampaikan Yuri dalam konferensi pers yang ditayangkan langsung melalui YouTube BNPB, Senin sore. Sementara itu, dari total kasus positif tersebut, terdapat tambahan 28 pasien positif corona yang meninggal dunia.Total kasus kematian akibat Covid-19 kini telah mencapai 1.641 pasien. Kabar baiknya, terdapat 329 pasien dinyatakan sembuh. Sehingga, total pasien sembuh bertambah menjadi 7.637 orang.

Sebelumnya, total kasus positif Covid-19 di Indonesia berjumlah 26.473 per 31 Mei 2020. Sementara itu, total terdapat 7.308 pasien yang dinyatakan sembuh dan 1.613 pasien meninggal dunia.

PSBB Bakal Diperpanjang

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palembang kemungkinan bakal diperpanjang 14 hari. PSBB tahap pertama berakhir pada 2 Juni besok Wali Kota Palembang, H Harnojoyo mengatakan bahwa Ikatan Dokter Indonesia Sumsel memberikan rekomendasi untuk PSBB Kota Palembang diperpanjang. “Sedang dipersiapkan dan mendapatkan masukan, diantaranya dari IDI dan tokoh masyarakat. Kami dihadiri oleh IDI Palembang dan Sumsel, menyarankan atas keprihatinan para dokter dan upaya kita terus menekan kasus Covid-19 dan PSBB di Palembang dilanjutkan. Tapi kita lihat bagaimana upaya kita untuk betul-betul edukasi kita dipahami masyarkat secara cepat. Besok hari terakhir akan kita evaluasi lagi,” jelasnya. “Kajian terkait puncak tersebut dilakukan sejak awal April, sehingga kami memprediksi puncak penyebaran covid-19 ini akan terjadi di tanggal 8 Juni 2020,” jelasnya, Senin (1/6/2020).

Lanjutnya Harno, berdasarkan pertimbangan dari hasil paparan perilaku masyarakat selama PSBB dinyatakan sebanyak 30 persen masyarakat berada di rumah, 16 persen ada kegiatan kantornya, 15 penduduk pelayanan kesehatan, dan 5 persen masyarakat yang berada di pasar.

“Pada 20 Mei angka reproduksi efektif (RT) 1,29 sementara di 31 Mei terjadi penurunan penyebaran 0,92. Untuk puncak kasus corona prediksi tanggal 8 Juni yang akan datang,” jelasnya. Sementara itu, Sekertaris Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, PSBB berakhir pada 2 Juni.

Sehingga Pemkot akan merevisi surat edaran Dinas Pendidikan terkait jadwal mulai kegiatan belajar mengajar.”Itu akan direvisi. Anak-anak sekolah memang tertulis pada 15 Juni namun ada diktum (catatan) bisa ditinjau kembali sehingga kita pastikan belum masuk karena masih PSBB . Bisa diperpanjang hingga ke Juli atau 14 hari berikutnya,” jelasnya.

Nantinya, Guru-guru yang notabennya berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga pendidik lainnya akan tetap masuk pada 3 Juni. Karena, kata Dewa harus mempersiapkan berbagai hal seperti mengisi rapot dll.

“Selama ini tiga bulan mereka dari rumah jadi mulai 3 Juni harus masuk. Sedangkan anak-anak tetap belajar dari rumah,” jelasnya.

sumber : Tribunsumsel.com

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*