Satpam Bank Heboh Positif Corona Hasil Pemeriksaan Swabnya Dinyatakan Negatif Covid-19

Beritatotal.com – Masih ingat heboh pesan berantai yang menyebut salah seorang petugas satuan pengamanan (satpam) salah satu bank daerah di OKU positif corona?

Ya. Heboh pesan berantai tersebut beredar di WAG sejak 23 April 2020. Yang menyebut si satpam atau security itu sudah dirawat di RS Antonio karena positif terpapar corona.

Bukan hanya security, tapi dalam pesan berantai itu disebutkan juga kalau seluruh pegawai bank dimaksud tengah menjalani pemeriksaan di RS Antonio.

Humas Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Kabupaten OKU pun kemudian membenarkan ada satpam yang positif.

Tapi positifnya itu baru diketahui hanya dari hasil pengecekan atau tes awal saja. Yakni menggunakan rapid tes.

Makanya guna memastikan hasilnya sample swab yang bersangkutan sudah diambil dan dikirim ke Palembang.

Sebab, menurut menurut  Humas Satgas Covid-19 OKU melalui juru bicaranya, Rozali, hasil positif dari rapid test tak berarti yang bersangkutan dipastikan terpapar Covid-19.

Rapid test adalah test screening. Dimana bila hasilnya positif maka perlu dikonfirmasi dengan test swab dengan berpedoman pada panduan penangan Covid-19.

“Berdasarkan pengecekan awal hasil pemeriksaan rapid test ada salah satu karyawan yang positif, hal ini telah di tindaklanjuti serta dilaporkan ke pihak Dinkes OKU untuk mendapatkan pengawasan khusus bagi yang bersangkutan,” terang Rozal kala itu.

Empat hari kemudian swab security yang dikiri ke Palembang sudah diketahui hasilnya dan diberitahu kepada Satgas Penanggulangan Covid-19 OKU.

“Hasil swab security yang dikirim pihak Dinkes OKU ke Palembang tempohari dinyatakan negatif covid-19,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 OKU, Hadi Sukanto, Selasa (28/4).

Dengan telah diketahuinya hasi swab security itu, sambung Hadi, berarti sampai saat ini tidak ada cluster baru dalam penularan virus corona di OKU.

Karena Hadi khawatir jika hasilnya positif maka akan muncul cluster baru. Soalnya satpam ini tidak ada kontak erat dengan pasien positif yang sudah ada di OKU berjumlah 10 kasus.

“Mudah-mudahan tidak ada lagi penambahan cluster baru. Seperti misalnya nanti sample security ternyata positif maka itu bisa saja riwayat penularannya dari luar cluster yang ada. Tapi kita doa kan hasilnya negative,” demikian Hadi belum lama ini.

Dan harapan serta doa tersebut kini terkabul dengan telah keluarnya hasil pemeriksaan swab security itu.

Kenapa akan jadi cluster baru bila hasil pemeriksaan swab security tersebut ternyata positif terpapa covid-19?

Dijelaskan dia, dunia kerja seperti digeluti security atau pun perusahaan pembiayaan di Baturaja sebagian besar pimpinannya asal Palembang.

Dimana pimpinan-pimpinan tersebut masih pulang ke Palembang setiap akhir pekan. Dan sampai kini sepengetahuan dia memang belum ada tindakan nyata untuk menyetop mereka pulang ke Palembang.

“Masih banyak yang Jumat sore pulang ke Palembang dan Senin paginya ke Baturaja lagi. Ini

dikhawatirkan akan menimbulkan cluster baru penyebaran virus corona di OKU,” katanya. “Tapi kita sama-sama berdoalah semoga tidak terjadi cluster baru.

Cukup cluster Kasus 01 dan cluster Kasus 03 saja yang sudah terlihat perkembangan penularannnya kepada yang benar-benar terkait kontak erat,” pungkas dia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*