Profil Royhan Hafiludin Kiper Sriwijaya FC Asli Palembang, Batal Kuliah Demi Jadi Penjaga Gawang

PALEMBANG – Sriwijaya FC saat ini memiliki empat penjaga gawang yang bersaing untuk menjadi kiper inti klub berjuluk Laskar Wong Kito.

Meski saat ini Liga 2 2020 sedang terhenti karena pandemi Covid-19, keempat kiper tersebut terus menjaga stamina mereka dengan latihan sehingga jika nanti kompetisi dilanjutkan secara fisik sudah siap untuk berkompetisi.

Meski merupakan kiper termuda dan paling junior dari segi pengalaman tak menyurutkan semangat Royhan Hafiludin untuk bersaing mendapatkan hati pelatih kepala Budiardjo Thalib dan pelatih kiperFery Rotinsulu agar bisa diberikan kesempatan tampil di setiap pertandingan Sriwijaya FC.

Seperti diketahui Tim berjuluk Laskar Wong Kito ini memiliki empat goalkeeper, yakni Imam Arief Fadilah nomor punggung 90, Rudi Nurdin Rajak nomor punggung 20, Haris Rotinsulu nomor punggung 30, dan M Royhan Hafiludin nomor punggung 33 .

“Kalau diturunkan siap. Sebagai pemain mau gak mau harus siap. Meskipun cadangan mesti siap,” ungkap Royhan Hafiludin kepada Sripoku.com.

Ucapan Royhan ini juga dibuktikan kegigihannya dengan menambah jam dengan melakukan latihan mandiri di waktu luang.

“Kita harus menambah jam latihan sendiri. Kita kan masih banyak kurang saat latihan tim. Masih kurangnya saat kosong begini. Saat dibutuhkan latihan tambahan,” kata mantan kiper Tim Bank Sumsel Babel yang menjuarai Turnamen Gubernur Sumsel Cup U-20 2019 lalu.

Selain belajar dengan pelatih kiper Fery Rotinsulukiper yang mengenakan kostum nomor punggung 33 ini tampak sering bersama dengan kiper utama Sriwijaya FC Imam Arief Fadilah.

“Seperti hari ini latihannya sama dengan Bang Imam, peregangan otot. Biar lebih fresh,” ujar anak kedua dari enam bersaudara buah kasih pasangan Rahmad dan Sri Rahayu ini.

Begitu juga saat Sriwijaya FC memutuskan untuk libur panjang saat dihentikannya sementara pasca laga perdana mengalahkan PSIM 2-1, Royhan tetap latihan mandiri di rumahnya Jalan Tanjung Sari 2 Lorong Anggrek, Kalidoni Palembang.

Libur panjang kompetisi Liga 2 dampak pandemi covid-19 (virus corona) membuat Royhan berusaha mengisinya dengan berbagai kesibukan.

Sampai kelas 3 SMP karena kelas 1 SMA pindah ke Karawang Jawa Barat. Terjun di sepakbola dari masa kecil senang main bola.

Pernah punya cita-cita jadi pemain bola. Ia pun sudah tahu nama besar Sriwijaya FC yang saat itu kipernya Fery Rotinsulu.

Mulai dari kenal Sriwijaya FC mengidolakan sang legend yang kini menjadi pelatih kiper Sriwijaya FCsampai sekarang.

“Dulu pengen ketemu coach Fery baru bisa foto bareng waktu kelas 1 SMA. Pas liburan ke Palembang ada turnamen antar Ponpes se-Sumsel.

Ia mengaku sempat kagok tidak menyangka bisa bersama di tim dengan Coach Fery yang diidolakannya sejak kecil.

Royhan sendiri dari catatan prestasinya, waktu di SSB Titilas Jaya meraih juara 1 Turnamen Hendri Zainuddin Cup 2013.

Di Karawang pernah ikut Persika Karawang di Piala Suratin 2016 masuk babak 12 besar.

“Orangtua senanglah, bantu support gak taulah ekspresinya (ketika dapat panggilan tim Sriwijaya FC). Siap bersaing, minimal ngimbangi.

Mohon bantu doa supaya tetap bisa di tim Sriwijaya FC dan bisa mengharumkan nama daerah yang menjadi tim kebanggaan Sumsel dan kita putra daerah yang diberikan kesempatan gabung,” pungkasnya.

 

sumber : Sripoku.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*