Presiden akan Ajukan Satu Nama Calon Kapolri ke DPR RI, Perkiraan Pengamat

SRIPOKU.COM – Bursa calon Kepala Kepolisian Negara RI (Kapolri) semakin menghangat mendekati detik-detik usia pensiun 58 tahun Kapolri Jenderal Idham Azis pada bulan Januari 2021. Namun, undang-undang memungkinkan diperpanjang hingga 60 tahun, apabila presiden mengajukan alasan kuat.

Kalangan pengamat selain mengelus calon potensial pengganti Idham Azis, namun Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) memprediksi Presiden Joko Widodo akan mengajukan satu nama calon kepada DPR RI.

“Lemkapi memprediksi Presiden akan mengirim hanya satu pati polri bintang tiga sebagai calon kapolri ke DPR,” kata Direktur Eksekutif Lemkapi, Edi Saputra Hasibuan, di Jakarta, Selasa (24/11/2020).

Dikatakan, Lemkapi mencatat telah ada lima jenderal bintang tiga yang menguat menjelang Jenderal Idham Azis pensiun pada Januari 2021 nanti. Kelima perwira tinggi ini dinilai memenuhi syarat untuk menjadi Kapolri.

“Lemkapi mencatat ada lima jenderal bintang tiga yang memenuhi syarat dan berpeluang besar sebagai Kapolri. Idealnya, nanti presiden akan mengambil pati Polri bintang tiga dari angkatan 88, 89, 90, 91. Saya kira nama sudah bisa dibaca. Biar kelihatan ada regenerasi. Untuk 87 tetap ada. Tapi semua itu tergantung presiden,” katanya.

Menurut dia, sesuai UU Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian, hanya mereka yang bintang tiga  memenuhi syarat sebagai calon Kapolri. Sedang perwira tinggi bintang dua tidak bias, kecuali dalam waktu dekat mendapat job bintang tiga.

Selain bintang tiga, syarat lainnya adalah memiliki prestasi dan berpengalaman memimpin wilayah. Kemudian yang lebih penting lagi memimiliki chemistry atau kecocokan  dengan presiden agar bisa mengujudkan visi misi Presiden.

“Kami melihat faktor chemistry yang paling dominan. Tanpa memiliki chemistry yang baik sulit direkomendasikan Presiden untuk calon Kapolri,” tukasnya.

Jenderal Idham Azis akan memasuki masa pensiun pada bula Januari 2021 mendatang. Sehingga isu pergantian semakin memanas, termasuk mutasi sejumlah perwira tinggi di lingkungan Polri dinilai sebagai manuver menjelang pergantian Kapolri.

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Demokrat Benny K Harman, menyampaikan pesan khusus terkait kriteria calon Kapolri yang dianggap ideal. Dikatakan, yang paling utama adalah calon itu harus memiliki pengalaman panjang memimpin organisasi Polri.

“Kriteria calon Kapolri yang pertama adalah pernah Kapolda di wilayah strategis,” kata Benny K Harman kepada Tribunnews.com, Selasa (24/11/2020).

Kriteria selanjutnya yang harus menjadi pertimbangan adalah memiliki akar yang kuat dan diterima oleh seluruh jajaran internal Polri.

Selain itu, calon Kapolri bisa memahami dan mampu mengeksekusi visi presiden dalam bidang penegakan hukum. Sebaliknya yang terpenting adalah bukan figur yang mudah dikontrol oleh pihak pemilik modal.

“Calon Kapolri kriterianya bukan boneka para cukong,” kata Benny.

Kriteria lainnya adalah mampu berkomunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat yang beragam.

Di saat yang bersamaan juga menjunjung profesionalitas dengan tidak menjadi alat kepentingan politik.

“Calon Kapolri harus mampu mengawal netralitas institusi Polri dalam politik praktis, tidak jadi alat kekuasaan politik tertentu,” tukasnya

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*